Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: MI/ Rommy Pujianto
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: MI/ Rommy Pujianto

Sri Mulyani Minta Wisudawan STAN Tidak Tergoda Uang Sogok

Ekonomi Sri Mulyani ASN PKN-STAN
Eko Nordiansyah • 14 Oktober 2020 12:02
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan para wisudawan PKN STAN untuk tidak mudah tergoda dengan uang sogokan. Sebab, para wisudawan ini akan terjun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengurus keuangan negara.
 
Ia pun meminta para wisudawan menanamkan integritas dalam bekerja di bidang keuangan negara. Apalagi uang bisa menjadi godaan yang besar jika tidak dibarengi dengan integritas untuk mengelola keuangan negara secara baik dan benar.
 
"Keuangan negara ini adalah uang masyarakat, bangsa negara. Bukan uang kita, bukan uang nenek moyang kita, bukan untuk anak cucu saya sendiri, tidak. Ini adalah uang rakyat," kata dia saat memberi sambutan dalam Wisuda Akbar PKN STAN 2020 di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan uang bisa menjadi sarana mencapai tujuan untuk menyejahterakan bangsa dan negara. Namun di sisi lain, uang juga bisa menjadi godaan yang nyata sehingga membuat banyak orang tergelincir karena tidak memiliki integritas.
 
"Jadi kalau kalian punya tekad, jaga integritas itu, simpanlah dalam pikiran dan hati kalian. Tekad itu disimpan dan dipelihara. Kalau kalian makhluk beragama dan pasti berdoa ingatkan diri kalian sendiri ya Allah ya Tuhan jagalah hati dan pikiran saya untuk tetap tidak tergoda kepada uang karena kalian bekerja di bidang keuangan negara," jelasnya.
 
Integritas, lanjutnya, merupakan sesuatu yang tidak boleh diperjualbelikan karena mencerminkan karakter seseorang. Ketika integritas digadaikan, seseorang tidak lagi berharga lantaran bisa dibayar dengan uang sogokan.

 
"Ironis, namun itu benar. Jadi peliharalah integritas anda. Dan saya senang kalian sampaikan terima kasih kepada orangtua, pengajar, itu nilai etika dan moralitas. Kalian jaga sopan santun dan etika," pungkas dia.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif