Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.

Sukuk Negara yang Diterbitkan RI Mencapai Rp1.538 Triliun

Ekonomi sukuk Kementerian Keuangan surat berharga negara
Husen Miftahudin • 09 Oktober 2020 06:14
Jakarta: Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman menyebutkan sejak 2008 pemerintah telah menerbitkan sukuk negara atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebanyak Rp1.538 triliun.
 
"Jadi sampai saat ini dari segi statistik atau angka, sudah 12 tahun, total realisasi penerbitan sukuk negara telah mencapai Rp1.538 triliun dengan jumlah outstanding mencapai Rp930 triliun," ujar Luky dalam High Level Seminar on Waqf secara virtual di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020.
 
Luky menjelaskan penerbitan sukuk negara merupakan salah satu diversifikasi pendanaan untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penerbitan ini utamanya dilakukan saat ekonomi tak berjalan maksimal, termasuk pada kondisi saat ini akibat pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkait hal ini, pemerintah mulai besok akan menerbitkan sukuk negara berbasis wakaf uang atau Cash Waqf Link Sukuk (CWLS) seri ritel. Penerbitan sukuk ini akan digunakan untuk pembiayaan APBN, khususnya untuk program-program yang bersifat sosial.
 
"Besok dijadwalkan kita luncurkan CWLS ritel. Mulai 9 Oktober sampai dengan 12 November 2020 nanti, masyarakat bisa beli (wakaf ritel)," ungkap Luky.
 
Masyarakat dapat mengakses CWLS ritel ini melalui empat bank mitra distribusi yang juga Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU). Keempatnya adalah BRI Syariah, BNI Syariah, Mandiri Syariah, dan Bank Muamalat.
 
"Kita menggandeng mitra distribusi bank syariah karena bisa menjangkau langsung wakaf potensial tersebut," ungkap dia.
 
Ia menjelaskan penerbitan CWLS seri ritel ini khusus individu. Dalam hal ini Kemenkeu bekerja sama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Kementerian Agama (Kemenag), dan lembaga lainnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif