Ilustrasi hasil penerbitan sukuk ritel - - Foto: Antara/ Wahyu Putro
Ilustrasi hasil penerbitan sukuk ritel - - Foto: Antara/ Wahyu Putro

Pemerintah Raup Rp204,61 Triliun dari Penerbitan Sukuk Ritel Sejak 2009

Ekonomi sukuk Kementerian Keuangan sukuk ritel surat berharga negara
Eko Nordiansyah • 26 Februari 2021 11:55
Jakarta: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat minat masyarakat terhadap Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk ritel cukup tinggi. Bahkan sejak 2009, pemerintah telah meraup Rp204,61 triliun.
 
"Dengan total penerbitan dari 13 seri sebelumnya, mencapai Rp204,61 triliun," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman dalam Virtual Launching Sukuk Ritel Seri SR014 di Jakarta, Jumat, 26 Februari 2021.
 
Ia menambahkan total ada 347.145 orang investor sukuk ritel sejak 2009 sampai dengan 2020 yang tersebar di 34 provinsi. Dengan porsi terbesar berdasarkan profesi berasal dari pegawai swasta sebanyak 32,99 persen dan wiraswasta sebanyak 315, persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sukuk negara merupakan instrumen investasi, termasuk bagi investor syariah yang mungkin hanya bisa melakukan dan berinvestasi dalam instrumen syariah," ungkapnya.
 
Saat ini pemerintah telah membuka penawaran untuk sukuk ritel seri SR014. Masa penawaran yang dimulai hari ini akan berakhir pada 17 Maret 2021. Imbalan yang ditawarkan SR014 adalah 5,47 persen fixed per tahun dan akan dibayarkan setiap tanggal 10 setiap bulan.
 
Adapun nominal pembelian per unit adalah Rp1 juta, dengan minimum pemesanan sebesar Rp1 juta serta maksimum Rp3 miliar. Sementara itu, minimum holding period untuk SR014 adalah selama tiga kali pembayaran kupon sampai 10 Juni 2021.
 
Penjualan SR014 dilakukan secara online untuk mempermudah akses masyarakat berinvestasi di SBSN ritel dan mendukung terwujudnya keuangan inklusif. Proses pemesanannya dilakukan di 30 mitra distribusi melalui empat tahap yaitu registrasi/pendaftaran, pemesanan, pembayaran, dan setelmen
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif