Presiden Joko Widodo meminta swasta tetap bayarkan THR meski kondisi ekonomi sedang lesu karena korona. Foto: MI/Ramdani
Presiden Joko Widodo meminta swasta tetap bayarkan THR meski kondisi ekonomi sedang lesu karena korona. Foto: MI/Ramdani

Presiden Ingatkan Swasta Tetap Wajib Berikan THR

Ekonomi tunjangan hari raya joko widodo virus corona
Suci Sedya Utami, Nur Azizah • 02 April 2020 14:33
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pada dunia usaha, khususnya swasta, untuk tetap membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) pada para karyawan meskipun diterpa kondisi yang tidak menguntungkan pada saat ini akibat pandemi covid-19.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas (ratas). Airlangga mengatakan pemberian THR merupakan kewajiban yang telah diatur oleh payung hukum, tepatnya Peraturan Menteri Ketenagakerjaan nomor 6 tahun 2016 tentang tunjangan hari raya keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan.
 
"Presiden juga membahas terkait kesiapan sektor usaha untuk membayarkan THR, diingatkan pada pihak swasta bahwa THR ini menjadi sesuatu yang diwajibkan," kata Airlangga dalam video conference, Kamis, 2 April 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Airlangga bilang swasta harus tetap membagikan THR sebab pemerintah pun telah memberikan stimulus untuk kegiatan usaha yang terkena dampak wabah korona.
 
Pemerintah, kata Airlangga, telah memberikan relaksasi berupa pembebasan pajak penghasilan (PPh) pasal 21 bagi industri pengolahan atau manufaktur. Pajak jenis ini ditanggung oleh pemerintah.
 
Pemerintah juga membebaskan PPh pasal 22 impor untuk 19 sektor tertentu, relaksasi pengurangan PPh pasal 25 untuk sektor tertentu hingga percepatan restitusi bagi 19 sektor usaha tertentu demi menjaga likuiditas pelaku usaha.
 
"Pemerintah sudah memberikan stimulus pada dunia usaha," ujar dia.
 
Lebih lanjut Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan pemerintah juga berencana untuk memperluas dukungan stimulus, tidak hanya bagi industri manufaktur tetapi juga industri di sektor lainnya yang terdampak.
 
"Termasuk pariwisata, jasa pariwisata dan transportasi, serta sektor lainnya yang segera kami akan koordinasikan untuk ditambahkan," jelas dia.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif