Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (MI/Pius Erlangga)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (MI/Pius Erlangga)

Menkeu: Keuangan Negara Terkelola Pruden dan Transparan

Ekonomi pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia kssk rapbn 2019
Ilham wibowo • 24 April 2019 06:30
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara umum menunjukkan tren positif baik di sisi pendapatan maupun belanja negara. Capaian kinerja bidang fiskal ini akan mendukung pencapaian target pembangunan di 2019.
 
"Pemerintah berkomitmen untuk terus mengelola keuangan negara dengan pruden dan transparan," kata Sri, dalam pemaparan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa, 23 April 2019.
 
Dengan APBN yang kredibel diharapkan Indonesia mampu mempertahankan momentum pertumbuhan. Pencapaian target juga termasuk dalam mengantisipasi kondisi perekonomian global yang masih diliputi perlambatan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kinerja APBN sampai dengan Maret 2019 tercatat cukup baik dengan defisit anggaran dan keseimbangan primer yang masih terkendali," ujarnya.
 
Wanita yang akrab disapa Ani ini memaparkan pada triwulan I-2019 realisasi pendapatan negara tercatat sebesar Rp350,1 triliun. Angkat itu 16,17 persen terhadap APBN 2019 atau tumbuh sebesar 5,0 persen (yoy). Capaian ini didukung oleh kebijakan percepatan restitusi pajak, sebagai salah satu upaya stimulus pada perekonomian.
 
Pada sisi belanja, komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan anggaran, antara lain terlihat dari realisasi belanja negara yang mencapai Rp452,1 triliun atau 18,37 persen terhadap APBN 2019. Kinerja tersebut dengan tingkat pertumbuhan 7,7 persen (yoy) yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya sebesar 4,9 persen (yoy).
 
Belanja pemerintah pusat tercatat sebesar Rp260,74 triliun atau 15,96 persen terhadap APBN 2019. Jumlah tersebut didukung oleh realisasi belanja bantuan sosial sebesar Rp36,97 triliun atau 36,24 persen terhadap APBN 2019.
 
"Dalam rangka memberikan stimulus ke perekonomian melalui peningkatan daya beli masyarakat di samping untuk meningkatkan jaminan perlindungan sosial," paparnya.
 
Defisit anggaran masih terjaga pada tingkat sebesar 0,63 persen terhadap PDB. Sedangkan keseimbangan primer mencapai negatif Rp31,4 triliun. "Pemerintah akan terus mengedepankan pengelolaan APBN yang pruden dan transparan dalam rangka mempertahankan momentum pertumbuhan," pungkas Ani.
 

(ABD)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif