Menurut dia, hal ini disebabkan oleh peningkatan pendapatan negara menjadi Rp1.504,5 triliun atau 85,4 persen dari target APBNP 2015. Selain itu juga karena penurunan belanja kementerian/lembaga dari Rp626,4 triliun pada 2014 menjadi Rp448,9 triliun.
"Ini menunjukkan bahwa kesinambungan fiskal tetap terjaga di tengah pelambatan ekonomi dan peningkatan belanja produktif. Jadi defisit kita menurun di angka itu," ujar Bambang, dalam konferensi pers Update Realisasi Sementara APBNP 2015, di Gedung Ditjen Bea Cukai Jalan Jenderal Ahmad Yani, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (27/1/2016).
Selain itu, Bambang mengatakan bahwa realisasi sementara pertumbuhan ekonomi mencapai 4,74 persen dari target APBNP 2015 sebesar 5,7 persen. Sedangkan inflasi berada di level 3,35 persen dari target 5,0 persen.
"Inflasi dalam 2015 terutama dipengaruhi oleh penurunan harga BBM bersubsidi maupun nonsubsidi. Selain itu juga karena terjaganya pasokan barang kebutuhan pokok masyarakat," papar Bambang.
Untuk pertumbuhan tingkat bunga SPN tiga bulan sebesar 5,97 persen dari target 6,2 persen. Kemudian nilai tukar rupiah terhadap USD sebesar Rp13.392/USD dari target Rp12.500/USD. Sementara harga minyak mentah Indonesia sebesar USD49,2 per barel dari target USD60 per barel.
Selain itu, terdapat pula koreksi terhadap realisasi sementara lifting minyak mentah. Realisasi rata-rata lifting minyak mentah dalam periode Desember 2014 sampai dengan November 2015 mencapai 777,6 ribu barel per hari atau di bawah target sebesar 825 ribu barel per hari.
"Sedangkan untuk realisasi lifting gas mencapai 1.195,4 ribu barel setara minyak per hari atau di bawah targetnya dalam APBNP 2015 sebesar 1.221 ribu barel setara minyak per hari," pungkas Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News