Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. FOTO: Bappenas
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. FOTO: Bappenas

Tak Peduli Konflik Internal PPP, Presiden Beri Suharso Monoarfa Tugas Baru

Media Indonesia.com • 26 September 2022 10:01
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa sebagai koordinator pelaksana pada Dewan Pengarah Nasional. Hal itu untuk pencapaian sasaran Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Nasional Tahun 2024.
 
Tim dibentuk karena berdasarkan dekade aksi (Decade of Action), pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan telah memasuki tahun ke-10. Adapun landasan dari penunjukan ini adalah Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang diteken Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 13 September 2022.
 
Secara umum, Presiden Joko Widodo membentuk tim koordinasi nasional untuk mengejar target SDGs 2024. Didalamnya ada empat organ, pertama Dewan Pengarah Nasional langsung diketuai Presiden Joko Widodo dan Suharso Monoarfa sebagai koordinator.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lewat Perpres ini, Presiden Joko Widodo juga memberi Suharso Monoarfa dua tugas. Pertama menyusun dan menetapkan pemutakhiran Peta Jalan SDGs Tahun 2017-2030. Kedua, mengkoordinasikan penyusunan dan menetapkan Rencana Aksi Nasional SDGs sampai dengan Tahun 2024.
Baca: Pemerintah Beri Perhatian Besar Demi UMKM Naik Kelas                      

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Kebijakan Publik dan Dekan FEB Universitas Moestopo Usmar menyatakan, apa yang diputuskan oleh Presiden dalam memilih Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa sudah tepat. Pasalnya Suharso Monoarfa merupakan seorang dengan figur visioner ke depan, berbasis pada etos kerakyatan yang kuat.
 
Apalagi ini merupakan tahun ke-10 dari pembangunan berkelanjutan yang sangat membutuhkan arah dan fokus yang kuat.
 
"Tanpa itu, bisa salah sasaran dan akan membuang waktu serta enerji yang percuma," jelas Usmar, dilansir dari Mediaindonesia.com, Senin, 26 September 2022.

 
Penunjukan ini secara politis juga memberi sinyal bahwa Presiden Joko Widodo tak terpengaruh atas konflik internal PPP, dengan Suharso Monoarfa di kudeta secara tak etis. "Presiden Jokowi tetap melihat bahwa kinerja dan performa Suharso Monoarfa masih dalam posisi terbaik," pungkasnya.
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif