BI Waspadai Hasil Rapat The Fed Berdampak ke Rupiah
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (tengah). (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Semarang: Bank Indonesia (BI) menegaskan pelemahan yang terjadi pada mata uang rupiah masih disebabkan tekanan dari global. Terutama jelang pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS), the Fed, yang akan memutuskan apakah akan menaikkan suku bunga lebih dari tiga kali pada tahun ini.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan semua pasar keuangan global tertekan dengan kondisi di AS. Apalagi hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) akan sangat menentukan pergerakan mata uang dolar AS yang tentunya berpengaruh terhadap mata uang negara lain.

"Karena di Amerika ada pertemuan FOMC, mungkin Fed Fund Rate naik di Juni ini. Kalau itu naik tentu US Treasury bisa meningkat dan membuat mata uang negara lain tertekan," kata dia ditemui usai pembukaan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2018, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 2 Mei 2018.

Dilansir dari Bloomberg, mata uang rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp13.927 per USD. Namun kemudian rupiah mengalami pelemahan hingga mendekati level Rp14.000 per USD. Sementara berdasarkan data BI, nilai tukar rupiah bergerak di level Rp13.936 per USD.

Agus meyakini pelemahan rupiah masih bisa diantisipasi dengan baik ditopang oleh fundamental ekonomi Indonesia dan ketersediaan cadangan devisa yang mencukupi. Bahkan, dirinya menilai pelemahan rupiah masih lebih baik jika dibandingkan dengan pelemahan yang terjadi pada mata uang negara berkembang lainnya.

Tak hanya itu, bank sentral juga membuka peluang untuk menyesuaikan suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate. Namun keputusan apakah bank sentral menaikkan tingkat suku bunga akan diputuskan pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang akan dilaksanakan pada pertengahan bulan ini.

"Kalau ada kondisi yang membawa ancaman bagi stabilitas sistem keuangan atau pencapaian inflasi tidak menutup kemungkinan BI menaikkan (suku bunga). Tapi jangan dibaca pasti naik karena kita akan lakukan kajian, hati-hati, kita akan lakukan sesuai data dan akan dilakukan secara terukur," pungkas dia.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id