Menurut Bambang hal tersebut memang sengaja diatur pemerintah agar penarikan utang digenjot dalam skala besar pada awal tahun anggaran (front loading).
"Iya, ini kan kita memang melakukan strategi front loading," tutur Bambang ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2015).
Bambang menjelaskan, strategi front loading dilakukan untuk mencegah pembayaran bunga utang yang melambung jika nantinya dibayarkan pada kuartal pertengahan atau akhir. Pasalnya, Bank Sentral Amerika Serikat (AS), the Fed berencana menaikkan suku bunga acuan yang diperkirakan di semester dua tahun ini.
"Jadi kalau kita mencari utang ke market, itu sebaiknya dilakukan sebelum suku bunga naik. Untuk berjaga-jaga," tuturnya.
Lebih lanjut, terkait defisit anggaran, menurut dia juga tetap dijaga seperti yang dipatok dalam APBN-P 2015 sebesar 1,9 persen. Begitu juga dengan penerimaan negara dari sektor perpajakan tetap dijaga agar terealisasi Rp1.492 triliun.
"Pokoknya kita sesuai dengan APBN-P 2015," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News