Bambang menguraikan asumsi pembahasan tersebut dari awal, di mana pembahasan panitia kerja (Panja) A resmi menyepakati pertumbuhan ekonomi berada di level 5,7 persen, inflasi lima persen, dan SPN 3 bulan juga masih berada di level 6,2 persen.
"Nilai tukar menjadi Rp12.500 per USD, harga minyak jadi USD60 per barel, di mana asumsi sebelumnya sebesar USD70 per barel, lifting minyak menjadi 825 barel per hari (bph), dan gas menjadi 1.221 bph," ungkap Bambang, ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (6/1/2015).
Selain itu, penerimaan pajak menjadi Rp1.489,3 triliun dengan besaran tax sebesar 13,69 persen, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp269,1 triliun.
Kemudian, belanja pemerintah yang dianggarkan sebesar Rp1.985,7 triliun yang meliputi belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar Rp772,3 triliun dan non K/L sebesar Rp551,9 triliun, serta bunga utang sekira Rp155,7 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News