Ilustrasi pembangunan infrastruktur program prioritas nasional 2023 - - Foto: dok AFP
Ilustrasi pembangunan infrastruktur program prioritas nasional 2023 - - Foto: dok AFP

Anggaran Prioritas Nasional 2023 Capai Rp467,3 Triliun, Apa Saja Proyeknya?

Ekonomi infrastruktur Jalan Tol Bappenas apbn Proyek Strategis Nasional Pemilu 2024 Ibu Kota Negara (IKN)
Antara • 21 April 2022 14:43
Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas mencatat anggaran program prioritas nasional 2023 mencapai Rp467,3 triliun. Belanja tersebut akan diarahkan untuk penuntasan infrastruktur dan konektivitas sehingga tidak ada proyek-proyek yang terlantar.

Anggaran tersebut juga dialokasikan dalam tahapan pemilu 2024, pembangunan ibu kota negara (IKN), hingga pelaksanaan Major Project (MP) utama di 2023.
 
"Alokasi pendanaan prioritas nasional diupayakan secara proporsional dengan tetap memperhatikan target pembangunan," ucap Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) 2022, Kamis, 21 April 2022.

Secara rinci, dana tersebut akan diberikan untuk:

  1. Prioritas nasional 1 yakni memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan sebesar Rp28,7 triliun.
  2. Prioritas nasional 2 yaitu mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan senilai Rp39,2 triliun.
  3. Prioritas nasional 3 yaitu meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing sebesar Rp223,8 triliun yang ditekankan untuk bantuan sosial, pemerataan pendidikan berkualitas, akses dan mutu kesehatan, pendidikan keterampilan dan vokasi.
  4. Prioritas nasional 4 yakni revolusi mental dan pembangunan kebudayaan Rp5,6 triliun.
  5. Prioritas nasional 5 yaitu memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar dengan penekanan pada infrastruktur dasar, serta konektivitas dan sumber daya air Rp97 triliun.
  6. Prioritas nasional 6 adalah Rp11 triliun untuk membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana, dan perubahan iklim.
  7. Prioritas nasional 7 untuk memperkuat stabilitas politik, hukum, dan HAM dan transformasi pelayanan publik dengan penekanan pemilu sebesar Rp62 triliun.
"Dengan pendekatan tema holistik, integratif, dan spasial alokasi pendanaan akan dimutakhirkan dan diintegrasikan dengan sumber pendanaan lainnya," tegas Suharso.

Swasta dan BUMN terlibat

Ia menambahkan pencapaian sasaran prioritas nasional tersebut juga akan didukung melalui pembiayaan BUMN dan swasta. Hingga saat ini terindikasi dukungan dari 77 proyek prioritas BUMN dan 234 proyek prioritas swasta yang melibatkan 56 BUMN dan 151 pihak swasta.
 
Adapun keseluruhan proyek ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan perbandingan yang seimbang antara kawasan barat dan timur Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebaran proyek BUMN adalah 28 di wilayah timur, 28 di wilayah barat, dan 21 tersebar di Tanah Air, sedangkan untuk swasta tersebar proyek di 107 kawasan timur Indonesia, 111 di wilayah barat, dan 16 proyek di seluruh wilayah.
 
"Dengan investasi BUMN dan swasta diharapkan dapat didorong percepatan pencapaian sasaran pembangunan nasional," tutur Suharso Monoarfa.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif