Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Indonesia Masuk Negara Terbesar Penerbit Sukuk

Ekonomi ojk sukuk
Nia Deviyana • 01 April 2019 13:10
Jakarta: Penerbitan surat utang syariah menjadi salah satu pendorong positifnya industri keuangan syariah di Indonesia. Saat ini, Indonesia menjadi salah satu negara terbesar dalam penerbitan sukuk global dan menempati peringkat keempat di dunia.
 
"Sampai dengan Februari 2019, extending sukuk global Indonesia mencapai USD15 miliar atau sebesar 7,8 persen dari total outstanding sukuk global yang ada sekarang," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 1 April 2019.
 
Sementara, total outstanding sukuk negara dan korporasi per 28 Februari mencapai Rp755,4 triliun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, Hoesen menuturkan perkembangan pasar modal syariah di Indonesia juga diapresiasi dunia internasional, yang mana pada tahun lalu mendapatkan penghargaan dari Global Islamic Finance Awards sebagai The Best Emerging Islamic Capital market of the Year 2018.
 
"Penghargaan tersebut salah satunya didasari atas keberhasilan kita melakukan pengembangan instrumen syariah berbasis retail," imbuhnya.
 
Hoesen mennutukan kini terdapat 12 peraturan OJK yang mengatur khusus pasar modal syariah dan beberapa peraturan terkait lainnya. Salah satunya, fatwa 124/DSN-MUI/Xl/2018 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Pelaksanaan Layanan Jasa Penyimpanan dan Penyelesaian Transaksi Efek Serta Pengelolaan Infrastruktur Investasi Terpadu.
 
"Pagi ini kita resmikan, dan akan melengkapi fatwa-fatwa DSN terkait pasar modal yang telah sebelumnya ada," terangnya.
 
Hoesen menambahkan OJK sebagai regulator di industri pasar modal syariah secara konsisten menjadikan fatwa DSN-MUI sebagai salah satu referensi dalam penyusunan peraturan di bidang pasar modal syariah. Hal ini demi meningkatkan kepercayaan diri level masyarakat terhadap kesyariahan pasar modal Indonesia.
 
Namun demikian, peran penting DSN diharapkan tidak hanya sebatas dalam penerbitan fatwa, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat.
 
"Khususnya terkait dengan konsep kesyariahan atau halal-haram produk syariah di pasar modal. Kami berharap penerbitan fatwa ini dapat menjadi salah satu momentum untuk memperkuat eksistensi infrastruktur pasar, serta mendorong peningkatan literasi dan inklusi masyarakat terhadap pasar modal syariah," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif