Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok AFP
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok AFP

Upaya Sri Mulyani Kejar Utang Rp110 Triliun dari Obligor BLBI

Ekonomi Sri Mulyani Kementerian Keuangan Kasus BLBI obligor blbi BLBI
Eko Nordiansyah • 04 Juni 2021 13:55
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan pemerintah akan terus menagih utang negara kepada obligor atau debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Bahkan total tagihan yang mencapai Rp110 triliun ini akan terus dikejar hingga ke aset-aset milik para obligor.
 
Ia menyebut berbagai langkah tengah dilakukan termasuk upaya ekstra agar mereka segera menyelesaikan kewajiban tersebut. Sri Mulyani pun berharap para obligor maupun keluarga memiliki itikad baik dalam mengembalikan uang negara yang sebelumnya digunakan. 
 
"Kita harapkan semuanya punya niat baik, jadi saya menghargai. Umpamanya ada obligor yang turunannya putra-putrinya mencoba menyelesaikan, itu niat baik dan kita coba teruskan" katanya dalam video conference di Jakarta, Jumat, 4 Juni 2021.
 
Meski begitu, ia memastikan bahwa pemerintah akan melihat azas proporsionalitasnya. Misalnya jika obligor yang memiliki utang cukup besar namun baru menyelesaikan kewajibannya hanya Rp1 miliar, maka akan tetap diupayakan pembayarannya.
 
"Tapi tetap kita hargai mereka yang lakukan reach out. Kita juga hubungi mereka terus makanya ada pelacakan, penagihan dan mitigasi. Di sini peranan dari Bareskrim, BIN dan Kejaksaan sangat penting. Kami akan mengeksekusi," ungkapnya.
 
Tak cuma itu, pemerintah akan bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) ataupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan pemblokiran terhadap akses keuangan para obligor. Hal ini dikarenakan pemerintah memiliki data yang lengkap.
 
"Karena nama-nama mereka jelas, perusahaannya dulu ada, maka aset tracingnya penting dan obligasi kewajibannya bisa diidentifikasi. Dengan kerja sama yang rapi dan bersama Kejaksaan, dengan Bareskrim, BIN, Kemenkumham, ATR, kita berharap secara rapi menutup semua celah aset paling tidak dalam negeri dulu karena cukup banyak dan signifikan dan di luar negeri," pungkas dia.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif