Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: AFP
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: AFP

Sri Mulyani: Defisit Anggaran Memburuk di Semester I

Ekonomi Sri Mulyani defisit anggaran
Eko Nordiansyah • 20 Juli 2020 17:04
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga semester I-2020 tercatat memburuk imbas pandemi covid-19. Bahkan defisit APBN lebih parah dari yang pernah terjadi di 2016.
 
Hingga semester I-2020, defisit anggaran tercatat sebesar Rp257,8 triliun atau 1,57 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit secara nominal maupun rasio ini lebih tinggi dibandingkan tiga tahun terakhir, karena pada semester I-2016 defisit pernah mencapai Rp230,7 triliun.
 
"Defisit mengalami pemburukan yang signifikan meskipun kalau dilihat dari level, yaitu defisit anggaran Rp257,8 triliun itu kalau dibandingkan 2016, dari sisi persentase terhadap GDP lebih rendah. Artinya APBN kita sampai dengan semester I-2016 dulu sudah pernah mengalami defisit hingga 1,82 persen," kata dia dalam video conference di Jakarta, Senin, 20 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sri Mulyani menceritakan pada 2016 lalu pemerintah melakukan berbagai penyesuaian (adjustment) sehingga defisit anggaran bisa dikendalikan. Sementara untuk tahun ini, pemerintah memperkirakan defisit akan semakin melebar karena belanja pemerintah yang meningkat.
 
"Kalau di 2016 pada semester II dilakukan konsolidasi sehingga defisitnya terkendali. Di tahun ini kita akan melihat defisitnya akan melebar karena memang pada semester II nanti kita akan melihat belanja-belanja akan meningkat. Ini seiring dengan kebutuhan untuk penanganan covid-19," jelas dia.
 
Hingga semester I-2020 ini penerimaan negara tercatat hanya Rp811,2 triliun atau tumbuh minus 9,8 persen dari tahun lalu. Penerimaan negara baru mencapai 47,7 persen dari target dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2020 sebesar Rp1.699,9 triliun.
 
Sementara itu, belanja negara telah mencapai Rp1.068,9 triliun atau naik tipis sebesar 3,3 persen dari periode sama tahun lalu. Belanja negara tercatat baru 39 persen dari alokasi dalam Perpres 72 Tahun 2020 sebesar Rp2.739,2 triliun.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif