NEWSTICKER
Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto: Medcom/ Desi Angriani
Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto: Medcom/ Desi Angriani

Pemerintah Jamin Anggaran Peralatan Medis untuk Tangani Covid-19

Ekonomi Virus Korona anggaran
Eko Nordiansyah • 24 Maret 2020 19:30
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjamin ketersediaan peralatan medis dalam menangani virus korona (covid-19). Pasalnya, pemerintah telah memprioritaskan alokasi anggaran untuk bidang kesehatan.
 
"Pak Presiden sampaikan ada 100 ribu Alat Perlindungan Diri (APD) yang diambil dari perusahaan-perusahaan yang diproduksi di Bogor dan Bandung oleh Bea Cukai dan BNPB kemudian dikumpulkan dan distirbusikan di Jakarta dan daerah. Ini komunikasi dan koordinasi sehingga APD, test kit dan kebutuhan rumah sakit bisa dikoordinasi. Ini anggarannya didukung sepenuhnya," kata dia dalam video conference di Jakarta, Selasa, 24 Maret 2020.
 
Menkeu mengungkapkan anggaran untuk pembiayaan dari pasien yang terkena covid-19 di rumah sakit akan ditanggung oleh negara. Hal ini sebagaimana Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ MENKES/104/2020 tentang Penetapan Infeksi Corona Virus sebagai Penyakit Dapat Menimbulkan Wabah dan Penanggulangannya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentunya kalau pasien itu telah punya asuransi, kita lihat. Yang tidak, baru dikover pemerintah dan anggarannya disentralisasikan melalui Kemenkes di mana verifikasinya dilakukan BPJS Kesehatan," jelas dia.
 
Meski begitu, ia menegaskan BPJS Kesehatan tidak bisa langsung membiayai pasien terjangkit korona. Pasalnya pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa atau wabah tidak dijamin BPJS Kesehatan sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.
 
"Karena pandemi covid-19 tidak masuk dalam hal yang bisa dicover oleh BPJS Kesehatan dari iuran, maka untuk pendanaan pasien covid-19 ini akan diambil dari APBN atau APBD. Kita terus lakukan agar rumah sakit punya kepastian bahwa mereka akan dapatkan pembayaran dengan merawat para pasien covid-19," pungkasnya.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif