Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. Foto: Medcom.id
Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. Foto: Medcom.id

Komisi XI Heran Defisit APBN 2020 Melenceng Hingga 6,27%

Ekonomi Virus Korona defisit anggaran APBN 2020
Medcom • 19 Mei 2020 00:18
Jakarta: Angka defisit dari 5,07 persen sebagai prakiraan awal akan melebar. Sebab, pemerintah harus menghadapi pandemi virus korona (covid-19) yang berefek ke sektor perekonomian. Tapi, Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun tak menyangka besaran defisit dikoreksi menjadi 6,27 persen.
 
“Saat Komisi XI rapat terakhir dengan Menkeu Sri Mulyani sebelum memasuki masa reses sudah disampaikan bahwa sangat terbuka untuk menggelar rapat di luar masa sidang karena ada agenda penting dan mendesak terkait APBN dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional,” kata Misbakhun, Jakarta, Senin, 18 Mei 2020.
 
Baca: Defisit APBN Rp76,4 Triliun hingga Akhir Maret
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan itu juga mengkritisi koreksi besaran defisit APBN 2020. Misbakhun menjelaskan, Menkeu menyampaikan kepada Komisi XI DPR angka defisit dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2020 Tentang Perubahan Postur Dan Rincian APBN TA 2020 dipatok pada 5,07 persen dari produk domestik bruto (PDB).
 
“Namun Ibu Menkeu dalam jumpa pers secara virtual Senin sore mengumumkan bahwa ada pelebaran defisit APBN menjadi 6,27 persen. Jadi defisitnya melonjak dari Rp852,9 triliun menjadi sekitar Rp1.028,5 triliun,” tutur Misbakhun.
 
Menurut Misbakhun, Menkeu dalam rapat dengan DPR pada 30 April 2020 menyampaikan pertumbuhan ekonomi kuartal I di kisaran 4,5-4,7 persen. “Ternyata pada 5 Mei 2020 BPS mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi Q1 (kuartal I), pada tingkat 2,97 persen,” ujar Misbakhun.
 

(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif