Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani. Foto: dok MI/Rommy Pujianto.
Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani. Foto: dok MI/Rommy Pujianto.

Apindo Minta Pemerintah Tangguhkan Kenaikan PPN

Eko Nordiansyah • 07 April 2022 12:29
Jakarta: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah untuk mempertimbangkan penangguhan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Meskipun awalnya mendukung, namun Apindo menilai kondisi saat ini tidak tepat untuk kenaikan PPN.
 
Kenaikan tarif PPN menjadi 11 persen mulai 1 April 2022 tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). Bahkan PPN akan kembali dinaikkan secara bertahap menjadi 12 persen pada 2025.
 
"Tentu pemerintah harus melihat kembali apakah ini akan terus dilakukan dalam kondisi ini atau memang bisa ditangguhkan untuk sementara waktu," kata Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani dalam webinar, Kamis, 7 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat pembahasan UU HPP lalu, Haryadi menyebut, Apindo menyetujui rencana kenaikan PPN sebesar satu persen. Namun dengan kenaikan harga komoditas yang terjadi belakangan ini, ia menilai, kenaikan PPN dilakukan di saat tidak tepat.
 
"Kami termasuk yang menyetujui pada saat pembahasan di UU HPP. Memang kita waktu itu menyetujui kenaikan satu persen ini untuk 2022. Tapi memang momentumnya sebetulnya kurang pas," ungkapnya.
 
Ia menambahkan, kenaikan sejumlah komoditas pangan dan energi telah berkontribusi mendorong kenaikan inflasi pada Februari 2022 yang mencapai 2,06 persen. Dengan kondisi tersebut, Haryadi menyebut kenaikan PPN akan menambah beban masyarakat.
 
"Ini pasti sedikit banyak akan berpengaruh walaupun untuk bahan pokok tidak dikenakan PPN, tapi ini memang akan berdampak (kepada masyarakat)," pungkas dia.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif