"Suku bunga acuan diprediksi tidak ada perubahan. Sedangkan ekspor diperkirakan tumbuh 4,7 persen secara yoy dan impor tumbuh 19,4 persen secara yoy dengan neraca perdagangan minus USD0,3 miliar," kata Gundy, seperti dikutip dari risetnya, yang diterima di Jakarta, Kamis, 8 Februari 2018.
Gundy mengaku pihaknya memperkirakan neraca perdagangan akan defisit di Januari sekitar USD0,3 miliar. Pertumbuhan impor cenderung bertahan pada 19,4 persen (YoY) didukung pemulihan investasi dalam perekonomian, jauh di atas perkiraan sebesar 4,7 persen untuk pertumbuhan ekspor di tersebut.
Sementara itu, lanjutnya, BI cenderung mempertahankan suku bunga tidak berubah minggu ini. Meskipun inflasi IHK yang mulai tahun ini relatif lancar pada tingkat 3,3 persen di Januari dan BI mungkin terus menekankan perlunya tetap berhati-hati maju, terutama mengingat koreksi tajam baru-baru ini di pasar keuangan.
"Pertumbuhan PDB riil sedikit menguat pada 5,2 persen (YoY) di kuartal IV-2017. Sejalan dengan harapan kami, pertumbuhan setahun penuh adalah 5,1 persen di 2017. Pertumbuhan investasi menguat 7,3 persen (YoY), tercepat sejak awal 2013. Proyek infrastruktur pemerintah tetap mendukung outlook sektor ini," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News