Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. FOTO: Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. FOTO: Bank Indonesia

Hingga November, Aliran Modal Asing Masuk Capai Rp220,9 Triliun

Ekonomi pertumbuhan ekonomi bank indonesia capital inflow ekonomi indonesia
Husen Miftahudin • 22 November 2019 15:52
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing masuk periode Januari hingga 21 November 2019 (year to date/ytd) mencapai sebesar Rp220,9 triliun. Dana asing itu masuk ke berbagai portofolio.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan aliran modal asing masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) sebanyak Rp174,5 triliun. Sementara dana asing yang mengalir ke saham dan obligasi korporasi masing-masing masuk sebesar Rp45,3 triliun dan Rp1,6 triliun.
 
"Ini jauh lebih besar dari aliran modal asing masuk (inflow) di tahun lalu," ujar Perry, di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 22 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara secara week to date (wtd) sampai 21 November 2019, Perry mengakui adanya aliran modal asing yang keluar (outflow). Totalnya sekitar Rp2 triliun. "(Outflow) dari SBN Rp1 triliun, saham Rp0,4 triliun, dan obligasi korporasi Rp0,5 triliun," paparnya.
 
Menurut Perry ada dua hal yang memengaruhi pemodal dalam menentukan investasi jangka pendek. Pertama, mereka akan menghitung untung ruginya. "Kedua, melihat faktor-faktor yang terjadi di global," ucap Perry.
 
Pada pergerakan aliran modal asing, faktor global menjadi penentu. Untuk saat ini, perundingan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang paling menjadi faktor utama psikologis para investor menanamkan modalnya.
 
"Di global kita dengar Trump dan Xi Jinping katamya mau sepakat, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda kesepakatan. Makanya ada tanda-tanda risiko di global, dan ini membuat investor membawa ke luar dananya," pungkas Perry.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif