Bambang menyebut, pertumbuhan ekonomi akan berada di 5,8 persen, inflasi lima persen, surat pembendaharaan negara 3 bulan sebesar 6,2 persen, nilai tukar Rp12.200, harga ICP USD70 per barel, lifting minyak 849.000 per hari, serta lifting gas 1,12 juta barel per hari skala minyak.
"Hasil optimalisasi penerimaan, akan ada peningkatan pajak untuk upaya peningkatan kepatuhan dan penegakan hukum, di tambah dengan ruang fiskal yang tercipta akibat pengalihan subsidi dengan penurunan harga minyak, tapi juga ada pengurangan PNBP dari migas, maka ruang fiskal APBN-P Rp230 triliun," jelas Bambang, usai rapat kabinet pembahasan APBN-P 2015, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/12/2014).
Bambang menambahkan, anggaran tersebut akan dialokasikan ke berbagai belanja, di mana paling besar akan dialokasikan untuk infrastruktur. Sehingga Kementerian PU, Kementeruan Perhubungan, dan Kementerian Pertanian yang akan mendapat tambahan anggaran terbesar.
"Detil masih diselesaikan. Setelah pemerintah mengajukan rancangan APBN-P baru bisa dilihat. Lalu ada tambahan untuk perlindungan sosial sehingga Kemendikbud dan Kemensos akan mendapat tambahan. Alokasi dana desa juga ditambah Rp11 triliun, sehingga total Rp20 triliun dalam APBN-P 2015," jelasnya.
Di kesempatan yang sama, Menko Perekonomian, Sofyan Djalil, menambahkan, dalam rapat tersebut pada intinya membahas exposure Menkeu tentang postur APBN-P 2015.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News