Penaikan Suku Bunga untuk Redam Defisit Transaksi Berjalan
Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo (Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Solo: Bank Indonesia (BI) menilai alasan penaikan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate adalah berkaitan dengan prospek ke depan. Hal itu juga dikarenakan transaksi berjalan dan neraca perdagangan Indonesia masih defisit sehingga butuh langkah nyata mengurangi defisit tersebut.

"Kita menaikkan suku bunga acuan kemarin karena kita melihat ke depan. Kita melihat transaksi berjalan masih perlu harus dibantu untuk dikurangi," kata Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo, di Solo, Jawa Tengah, Sabtu, 17 November 2018.

Dody menilai defisit transaksi berjalan dan ketidakseimbangan neraca perdagangan bisa memberi tekanan kepada nilai tukar rupiah. Untuk itu, penaikan suku bunga oleh BI diharapkan tetap memberi kepercayaan investor asing guna membawa aliran modal masuk ke dalam negeri.

"Dengan suku bunga acuan yang naik membuat attractiveness pasar keuangan domestik agar lebih baik sehingga interest differential lebih lebar dan menarik modal masuk. Hal ini membuat Current Account Deficit (CAD) tidak besar sehingga bisa membantu cadangan devisa kita," jelas dia.

Dia menegaskan kebijakan penaikan suku bunga yang dijalanlan oleh BI dalam dua tahun terakhir tidak menganggu investasi ke dalam negeri. Hal ini membuktikan fundamental ekonomi Indonesia masih baik, terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang stabil serta inflasi yang terjaga.

"Pertumbuhan ekonomi cukup kuat. Kita melihat jadi meski suku bunga naik ekonomi kita masih bisa tumbuh sekitar lima persen. Ini menunjukkan ekonomi kita cukup kuat. Dengan suku bunga acuan dinaikkan masih mampu dorong investasi," tukasnya.

Sebelumny, pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) November ini, BI kembali menaikkan BI 7 Days Reverse Repo Rate dari 5,75 persen menjadi enam persen atau naik sebanyak 25 basis poin (bps). Sejak Januari, bank sentral tercatat telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 175 basis poin (bps) dari 4,25 persen.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id