Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Luki Alfirman. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Luki Alfirman. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Target Sukuk Negara Ritel Seri-011 Dibidik Rp10 Triliun

Ekonomi sukuk sukuk ritel
Ilham wibowo • 01 Maret 2019 11:47
Jakarta: Pemerintah menargetkan Sukuk Negara Ritel seri SR-011 bisa meraup dana Rp10 triliun. Pilihan investasi melalui Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN) ini mulai ditawarkan kepada masyarakat mulai 1-21 Maret 2019.
 
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luki Alfirman mengatakan SR-011 ini memiliki tenor yang lebih panjang yakni selama tiga tahun. Selain itu, tingkat imbalan juga cukup menarik lantaran ditetapkan sebesar 8,05 persen per tahun.
 
"Sukuk ritel sifatnya bisa diperdagangkan makanya volume biasanya lebih besar. Ini kami targetkan (terkumpul dana) sebesar Rp10 triliun," ujar Luki di Hotel Double Tree, Jakarta, Jumat, 1 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemesanan SR-011 bisa dilakukan mulai minimum Rp1 juta hingga maksimum Rp3 miliar. Masyarakat yang berminat membeli Sukuk Negara Ritel seri SR-011 ini dapat mendatangi 22 mitra distribusi yang ditunjuk pemerintah.
 
Luki optimistis animo masyarakat bakal tinggi pada instrumen investasi dalam mendukung terwujudnya keuangan inklusif serta memenuhi pembiayaan pembangunan berbagai proyek atau kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Bahkan, dana yang terkumpul diperkirakan bisa melebihi target yang dicanangkan.
 
"Kita fleksibel, kita lihat animo masyarakat seperti apa. Seri sebelumnya saja bisa melebihi target," tuturnya.
 
Kehadiran seri SR-011 juga dimungkinkan bagi pasar investasi kalangan milenial. Selain itu, pemahaman ihwal SBSN di masyarakat juga dinilai menjadi potensi besar pendorong minat investasi lainnya.
 
"Intinya perbedaaan utama ini tradable, lebih panjang tiga tahun, keuntungan dari sukuk ritel ini sudah didahului sebelumnya, pengertian di masyarakat sudah lebih bagus," tutur dia.
 
Melalui SR-011, pemerintah turut memberikan kesempatan kepada setiap warga negara Indonesia untuk dapat berinvestasi sekaligus berpartisipasi dalam mendukung pembangunan nasional. Hal itu menjadi penting karena bisa berkaitan dengan laju pertumbuhan ekonomi, termasuk meningkatkan daya saing.
 
Penetapan penjualan dilakukan pada 26 Maret 2019 dan setelmen pada 28 Maret 2019 dengan akad Ijarah Asset to Be Leader. Barang Milik Negara (BMN) dan proyek APBN 2019 pun dijadikan
underlying asset.
 
Tujuan penerbitan SR-011 ini juga dalam upaya pemerintah melakukan diversifikasi instrumen pembiayaan APBN, memperluas basis investor di pasar domestik, serta mendukung pengembangan keuangan syariah.
 
Investasi individu untuk warga negara ini juga dalam rangka memperkuat pasar modal Indonesia dengan mendorong transformasi masyarakat darisaving-oriented societymenujuinvestment-oriented society.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif