Menteri Keuangan (Menkeu), Bambang Brodjonegoro mengatakan, inflasi sebesar lima persen tersebut dikarenakan besaran administered price yang sudah kecil peranannya.
"Sejalan juga dengan adanya penurunan harga BBM yang sudah ditetapkan," kata Bambang, ketika ditemui dalam acara Mandiri Investment Forum 2015 yang bertajuk "Indonesia: Pushing the Structural Reform", di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (27/1/2015).
Dia menjelaskan, pemerintah terus memantau dan menjaga pasokan pangan di tahun ini. Menurut dia, volatile food sepanjang tahun ini kemungkinan tidak akan menimbulkan gejolak inflasi, jika dibanding pergerakannya yang terjadi di 2014.
"Kita jaga pasokan pangan, agar volatile food tetap terjaga dan tidak menimbulkan inflasi yang tinggi di tahun ini," tutupnya.
Sekadar informasi, Pemerintah bersama Komisi XI DPR RI yang menyepakati revisi target yang pertumbuhan ekonomi yang akan dimasukkan dalam asumsi APBN-P 2015 sebesar 5,7 persen. Sementara itu, asumsi inflasi disepakati sebesar lima persen, suku bunga surat perbendaharaan negara (SPN) 3 bulan sebesar 6,2 persen, dan nilai tukar rupiah Rp12.500 per USD.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News