Sekretaris PEN Raden Pardede. Foto: dok MI/Susanto.
Sekretaris PEN Raden Pardede. Foto: dok MI/Susanto.

Penyaluran Dana PEN Bisa Lampaui Rp100 Triliun pada Akhir September

Ekonomi bansos pandemi covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional
Despian Nurhidayat • 21 September 2020 08:20
Jakarta:Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) optimistis insentif bantuan dana PEN bisa tersalurkan sebesar Rp12,5 triliun pada akhir September 2020 ini. Bahkan, menurutnya penyerapan dapat terlampaui dari angka sebesar Rp100 triliun dikarenakan beberapa program sudah berjalan dengan sangat baik dibandingkan beberapa bulan yang lalu.
 
"Sudah pasti tahun ini lewat Rp100 triliun, karena sudah lewat semuanya programnya dari mulai program subsidi gaji juga sudah jalan kan. Lalu ada bantuan UMKM, Bansos (Bantuan Sosial) itu sudah berjalan lancar semua," ujar Sekretaris PEN Raden Pardede kepada Mediaindonesia.com, Minggu, 20 September 2020.
 
Lebih lanjut, Raden menambahkan bahwa penyaluran ini akan berdampak pada triwulan III-2020. Namun, dia menekankan bahwa saat ini pemerintah lebih fokus memikirkan multiplier effect untuk 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mungkin akan ada dampak untuk triwulan III-2020, tapi dampak yang kita lihat itu multiplier effect. Artinya dampaknya tidak langsung sekarang mungkin bulan berikutnya tapi yang bisa kita laporkan kalau Bansos itu produktif jauh lebih lancar dibandingkat bulan sebelumnya," jelasnya.
 
Raden juga memastikan bahwa beberapa program PEN pada 2021 nanti akan tetap berjalan. "Intinya program Bansos yang paling utama itu masih akan berjalan. Kita lihat bisa sampai semester pertama tahun depan. Jadi seperti PKH (Program Keluarga Harapan) dan lainnya masih berjalan," sambungnya.
 
Menurut Raden pemerintah saat ini memandang masyarakat kelas menengah dan bawah kemungkinan besar sampai 2021 masih akan menghadapi permasalahan ekonomi. Setidaknya sampai vaksin covid-19 didistribusikan, masyarakat masih akan mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui program PEN.
 
"Persisnya masih ditentukan nanti, tapi program Bansos dan UMKM yang kita utamakan di tahun depan masih berjalan," pungkas Raden.
 
Sementara, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menambahkan, mulai 18 September 2020, realisasi program PEN sudah mencapai Rp254,4 triliun atau 36,6 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp695,2 triliun.
 
"Rinciannya untuk kesehatan realisasinya sudah mencapai Rp18,45 triliun, perlindungan sosial Rp134,45 triliun, sektoral K/L dan Pemda Rp20,53 triliun, insentif usaha Rp22,23 triliun, dukungan UMKM Rp58,74 triliun dan pembiayaan korporasi yang belum berjalan karena masih menunggu waktu yang tepat," ujar Susiwijono.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif