Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: MI/ Ramdani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: MI/ Ramdani

Sri Mulyani Sinyalir Ekonomi RI 2020 Bisa Negatif

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Sri Mulyani dampak ekonomi covid-19
Eko Nordiansyah • 14 Agustus 2020 19:55
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mensinyalir ekonomi Indonesia tahun ini bisa tumbuh negatif meski pemerintah sudah mengeluarkan berbagai kebijakan dan stimulus fiskal.
 
Pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020 ini pun diperkirakan berkisar antara minus 1,1 persen hingga positif 0,2 persen. Prediksi tersebut lebih rendah dari revisi yang dilakukan pada Maret-April yakni minus 0,4 persen sampai 2,3 persen.
 
"Dengan melihat realisasi kuartal II, kita perkirakan pertumbuhan ekonomi 2020 di minus 1,1 persen sampai 0,2 persen, agak bergeser ke negatif mendekati nol,” katanya dalam video conference di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada kuartal II, pertumbuhan ekonomi tercatat minus 5,32 persen walaupun di kuartal sebelumnya masih mencatat pertumbuhan 2,97 persen. Sementara untuk kuartal III, Menkeu mewaspadai kemungkinan terjadinya resesi.
 
"Tekanan kuartal II cukup dalam. Kuartal III harus diwaspadai, tidak hanya bergantung pada pemerintah. Dilihat proyeksi ini konsumsi rumah tangga mengalami tekanan cukup dalam," jelas dia.
 
Adapun konsumsi rumah tangga diproyeksi tumbuh negatif di kisaran 1,3 persen hingga nol persen. Sementara investasi diramal akan mengalami kontraksi atau minus 4,2 persen hingga minus 2,6 persen.
 
"Investasi masih di zona negatif minus 4,2 sampai minus 2,6 persen. Ekspor juga negatif, minus 5,6 hingga minus 4,4 persen, impor negatif 10,5 sampai negatif 8,4 persen," pungkasnya.
 
(Des)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif