medcom.id, Jakarta: Tanpa adanya reformasi struktural, neraca transaksi berjalan masih akan berada pada level tinggi sehingga bisa melemahkan stabilitas perekonomian. Pernyataan itu disampaikan Economist Citi Research Helmi Arman dalam paparannya bertajuk Tantangan Ekonomi Bagi Pemerintah Baru usai acara buka puasa bersama di Jakarta, di, Jumat (4/7/2014).
Menurutnya, ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi calon presiden baru yang akan terpilih pada 9 Juni nanti. "Struktural itu tidak bisa diselesaikan oleh satu atau dua kebijakan. Untuk menyelesaikannya butuh waktu lama," ujarnya.
"Dalam waktu dekat harus ada reformasi struktural dulu, baru kita bisa melihat pertumbuhan kembali ke level dekade terakhir," tuturnya.
Tiga PR besar bagi pemerintahan yang baru, menurut Helmi, yaitu infrastruktur, sumber daya manusia, dan insentif. "Dan kita kalah dari Malaysia dalam hal infrastruktur, biaya logistik, dan sumber daya manusia. Itu yang harus kita kejar dengan melakukan rebalancing pertumbuhan ekonomi."
Arman menyimpulkan, stabilitas ekonomi kedepannya akan membutuhkan usaha yang lebih dibandingkan lima tahun belakangan ini. Namun, syaratnya harus melakukan reformasi struktural.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan