Pemerintah Diminta Meringankan Tarif Cukai Vape
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Rizal)
Jakarta: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi menyerahkan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) kepada para pengusaha hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) alias likuid vape atau cairan rokok elektrik.

Keberadaan vape diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 146 Tahun 2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau. Sejalan dengan hal itu, harga jual eceran vape dikenakan tarif cukai sebesar 57 persen. Akhir September 2018, vape wajib menggunakan pita cukai.

Pembina Asosiasi Vapers Indonesia (AVI) Dimasz Jeremia menyambut positif legalitas vape di Indonesia. Namun demikian, dia berharap pemerintah mempertimbangkan besaran cukai yang dikenakan terhadap produk vape.

"Cukai 57 persen ini terlalu besar. Kami harap pemerintah bisa mempertimbangkan sisi konsumen yang kebanyakan pengguna produk tembakau alternatif adalah perokok yang sedang beralih ke produk yang lebih rendah risiko. Jadi, kalau harganya dipatok tinggi, ini jadi kesulitan juga untuk kami," ungkap Dimasz dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 19 Juli 2018.

Dimasz menuturkan, saat ini 90 persen pelaku usaha vape merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemberlakuan tarif cukai sebesar 57 persen dikhawatirkan menghambat usaha mereka.

"Saya harap di masa evaluasi nanti regulasinya lebih meringankan industri ini dan menurunkan besaran tarif cukai untuk memberikan kesempatan pada produk tembakau alternatif, yang pada akhirnya dapat menjadi potensi ekonomi yang baik bagi negara," terang Dimasz.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Aryo Andriarto menyebut vape memiliki risiko kesehatan lebih rendah ketimbang rokok. Aryo juga meminta agar pemerintah mengurangi besaran cukai yang dikenakan. Mengurangi tarif cukai vape diyakini mendongkrak potensi penerimaan negara dari hasil jual eceran vape.

"Pertumbuhan produk tembakau alternatif yang terus menampilkan laju kenaikan ini memiliki potensi besar ke depan," pungkasnya.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id