Presiden Joko Widodo. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Presiden Joko Widodo. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Jokowi Minta Ibu-ibu Berhenti Konsumsi Barang Impor

Ekonomi defisit transaksi berjalan neraca pembayaran indonesia
Desi Angriani • 16 Agustus 2019 08:02
Jakarta: Presiden Joko Widodo khawatir dengan pelebaran defisit transaksi berjalan maupun defisit neraca perdagangan Indonesia. Defisit terjadi karena nilai impor lebih tinggi daripada ekspor.
 
Karena itu, Presiden meminta ibu-ibu yang menggemari merek asing mulai menyetop kebiasaan tersebut. Hal ini demi mengurangi impor dan menekan current account defisit (CAD) maupun defisit neraca dagang.
 
"Karena neraca perdagangan kita masih defisit. Juga defisit transaksi berjalan kita masih besar. Kalau kita senangnya barang 'impor impar impor impar impor', terutama ibu-ibu," ujar Jokowi saat membuka hari belanja diskon Indonesia 2019 di The Hall Senayan City, Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Jokowi kebanyakan ibu-ibu menggemari merek luar negeri karena faktor gengsi. Padahal kualitas produk lokal juga tak kalah dengan produk luar. Misalnya, baju-baju asal Indonesia saja laku keras di Vietnam.
 
"Barang kita di Vietnam laku keras. Tadi Pak Budi saya cek ternyata benar. Kemasan bagus desain bagus," ungkapnya.
 
Lebih lanjut, Jokowi menyebut banyak desainer muda Indonesia yang sudah tampil di kancah internasional. Bahkan desain mereka cukup banyak diminati oleh negara lain.
 
Jokowi sendiri mengaku gemar memakai merek lokal seperti sepatu buatan Bandung. Meski harganya hanya Rp415 ribu, kualitasnya hampir serupa dengan sepatu harga jutaan.
 
"Tapi kalau yang ini bukan Bucheri, ini NAK Bandung. Harga bagaimana, dipakai enak. Dipakai lari ringan. Harga Rp415 ribu. Saya enggak tahu tapi setelah saya pakai jadi Rp800 ribu," pungkasnya.
 
Adapun CAD mencapai tiga persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Temperatur defisit transaksi berjalan itu meningkat dari USD7 miliar menjadi USD8,4 miliar di kuartal II-2019.
 
Serupa, nilai neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2019 masih mengalami defisit USD63,5 juta. Secara akumulasi, neraca perdagangan sepanjang Januari-Juli 2019 mencatat defisit USD1,90 miliar.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif