Youtuber Atta Halilintar. (FOTO: MI/Susanto)
Youtuber Atta Halilintar. (FOTO: MI/Susanto)

Pemerintah Diminta Kejar Pajak Youtuber, seperti Atta Halilintar

Ekonomi pajak pajak hiburan
Annisa ayu artanti • 26 Maret 2019 13:02
Jakarta: Ekonom Senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menilai sejauh ini penerimaan pajak belum optimal. Jika penerimaan dari sektor pajak dioptimalkan, bisa menurunkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang selama ini menjadi beban.
 
"Sebenarnya kita bisa mengurangi defisit APBN apabila semua orang memenuhi kewajiban membayar pajak," kata Aviliani mengawali diskusi 100 Ekonom Perempuan Memandang Indonesia ke Depan, di Hotel Century Park, Jakarta, Selasa, 26 Maret 2019.
 
Aviliani menjelaskan saat ini pemerintah masih sangat bergantung pada sektor komoditas. Ketika harga komoditas tinggi, maka pendapatan dari pajak juga tinggi. Tapi jika harga komoditas merosot, maka penerimaan pajak juga akan menurun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi ke depan bagaimana ketergantungan kita terhadap komoditas harus dikurangi," ujar dia.
 
Salah satu cara untuk melepaskan diri dari ketergantungan komoditas itu adalah memajaki para Youtuber dan selebgram. Aviliani menyebutkan salah satu contoh Youtuber yang berpenghasilan tinggi adalah Atta Halilintar.
 
"Contohnya Youtuber Atta itu pendapatannya bisa Rp1 miliar per bulan. Jadi jangan yang formal saja (dikenakan pajak), informal pun harus patuh bayar pajak," tutur dia.
 
Saat ini jumlah pelanggan (subscriber) Youtube Atta Halilintar lebih dari 13 juta. Di channel Youtube Atta Halilintar telah mengunggah sebanyak 431 video.
 
Mengutip data Socialblade.com,pendapatan Atta Halilintar dari Youtube sekitar USD31,7 ribu sampai USD507,8 ribu sebulan atau mencapai Rp7,1 miliar per bulan (dengan kurs Rp14.000 per USD).
 
Sementara penghasilan Atta Halilintar selama satu tahun sekitar USD380,8 ribu sampai USD6,1 juta per tahun atau mencapai Rp85,4 miliar per tahun (dengan kurs Rp14.000 per USD).
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif