Penerimaan pendapatan bea dan cukai. Foto: MI.
Penerimaan pendapatan bea dan cukai. Foto: MI.

Tumbuh Tinggi, Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp108,4 Triliun hingga April 2022

Eko Nordiansyah • 25 Mei 2022 15:00
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan kepabeanan dan cukai hingga April 2022 mencapai Rp108,4 triliun atau 44,2 persen dari target sebesar Rp245 triliun. Capaian ini tumbuh 37,7 persen dari realisasi bulan sebelumnya sebesar Rp79,3 triliun.
 
"Ini adalah pertumbuhan yang sangat kuat," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dilansir dari laman resmi Kemenkeu, Rabu, 25 Mei 2022.
 
Penerimaan bea cukai didukung oleh bea masuk yang tumbuh 33,2 persen sebagai dampak membaiknya ekonomi nasional. Selain itu, impor barang modal, bahan baku, dan barang konsumsi yang masih tumbuh tinggi di sektor perdagangan maupun untuk gas dan otomotif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara, cukai tumbuh 30,8 persen dipengaruhi implementasi kebijakan cukai dan efektivitas pengawasan, juga kebijakan relaksasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan membaiknya sektor perhotelan serta pariwisata.
 
Adapun bea keluar mengalami kenaikan sangat tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 102,1 persen. Hal tersebut dipengaruhi oleh tingginya harga dan meningkatnya volume ekspor tembaga diakibatkan adanya pelarangan ekspor Crude Palm Oil (CPO).
 
"Kita berharap dengan pemulihan kembali, kebijakannya akan bisa mengembalikan lagi tren untuk penerimaan dari CPO kita," ungkapnya.

Cukai hasil tembakau

Di sisi lain, realisasi penerimaan Cukai Hasil Tembakau (CHT) sebesar Rp76,29 triliun atau tumbuh 30,98 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tarif tertimbang juga naik menjadi 14,2 persen dengan produksi hasil tembakau yang masih tumbuh 3,4 persen
 
"Kenaikan dari Cukai Hasil Tembakau ini juga disebabkan karena ada luncuran atau limpahan dari penerimaan Cukai Hasil Tembakau 2021," ujar dia.
 
Cukai Minuman yang Mengandung Etil Alkohol (MMEA) tercatat Rp2,19 triliun atau tumbuh 25,90 persen. Tumbuhnya penerimaan yang cukup tinggi sejalan dengan mulai dibukanya berbagai kegiatan pariwisata sehingga kebutuhan untuk MMEA juga mulai meningkat.
 
"Suatu perkembangan yang menarik adalah MMEA produksi dalam negeri sangat tinggi mencapai 99 persen. Ini cukup bagus. Berarti sekarang dilakukan berbagai produksi dalam negeri untuk mensubstitusi impor MMEA," pungkasnya.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif