Ilustrasi alokasi belanja pemerintah 2023 - - Foto: dok MI
Ilustrasi alokasi belanja pemerintah 2023 - - Foto: dok MI

Mengintip Lagi Prioritas Belanja Pemerintah di 2023

Ekonomi Sri Mulyani apbn Bansos belanja negara Bantuan Langsung Tunai Pemulihan Ekonomi Nasional Anggaran Penanganan Covid-19 Anggaran PEN
Eko Nordiansyah • 17 April 2022 12:52

Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan belanja pemerintah tahun depan masih akan difokuskan pada pemulihan ekonomi dengan memperhatikan berbagai tantangan baik domestik maupun luar negeri.

Untuk merespon berbagai dinamika ekonomi global, APBN harus hadir guna membantu kelompok rentan dan tidak mampu, mendukung dunia usaha, terutama kelompok kecil dan menengah.

"Di bidang perlindungan sosial akan tetap dijaga range-nya antara Rp349 triliun hingga Rp332 triliun. Ini terutama untuk tetap menjaga perlindungan kepada masyarakat yang rentan, mendukung perlindungan sosial sepanjang hayat, dan juga mendorong perlindungan sosial yang makin adaptif," kata dia dilansir dari laman Kemenkeu, Minggu, 17 April 2022.

Karena itu, pemerintah akan memutakhirkan data penerima perlindungan sosial. Bahkan, Kementerian Sosial meluncurkan program pemberdayaan yang nantinya diintegrasikan dengan program perlindungan sosial.

Belanja pemerintah juga diarahkan pada bidang kesehatan. Selama tiga tahun terakhir, anggaran kesehatan melonjak dari semula Rp113 triliun pada 2019 menjadi Rp172 triliun pada 2020. Dari jumlah itu, sebanyak Rp52,4 triliun di antaranya untuk belanja penanganan covid-19.

Kemudian pada 2021, belanja kesehatan melonjak lagi ke Rp312 triliun dengan Rp190 triliun untuk penanganan covid-19. Sementara, tahun ini diperkirakan belanja kesehatan mencapai Rp255 triliun, dengan Rp116,4 triliun di antaranya untuk covid-19.

“Karena tahun depan diperkirakan covid tidak lagi menjadi faktor, maka belanja kesehatan yang untuk non-covid akan menjadi lebih penting. Kalau tahun ini belanja kesehatan yang tidak berhubungan dengan covid sebesar Rp139 triliun, tahun depan akan dinaikkan menjadi antara Rp193,7 triliun hingga Rp155 triliun," ungkapnya.

Adapun kenaikan belanja kesehatan yang tidak berhubungan dengan covid-19 bertujuan untuk mendukung reformasi di bidang kesehatan yang akan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan. Di sisi lain, anggaran pendidikan pada 2023 akan meningkat mencapai Rp595,9 triliun hingga Rp563,6 triliun, atau lebih tinggi dibandingkan tahun ini yang sebesar Rp542,8 triliun.

Sri Mulyani mengungkapkan anggaran ini akan mendukung berbagai belanja pendidikan, termasuk beasiswa kepada murid-murid yaitu 20 juta siswa, Kartu Indonesia Pintar kepada 975,3 ribu mahasiswa yang mendapatkan beasiswa. 

"Juga untuk membayar tunjangan profesi guru dan PNS untuk yang merupakan profesi pendidik sebanyak 264 ribu orang. Belanja pendidikan juga dipakai untuk operasi sekolah melalui BOS dan juga bahkan biaya operasi sampai tingkat PAUD yaitu pendidikan usia dini di mana 6,5 juta anak-anak pada usia dini yang akan mendapatkan manfaat," pungkasnya.


 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif