Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Pemerintah Terbitkan Sukuk Global USD3 Miliar untuk Mendanai Proyek

Ekonomi sukuk
Annisa ayu artanti • 26 Februari 2018 17:33
Jakarta: Pemerintah kembali mengeluarkan sukuk global untuk pembiayaan proyek infrastruktur. Sukuk global itu terdiri dari penerbitan USD1,25 miliar dengan tenor lima tahun dan USD1,75 miliar dengan tenor sepuluh tahun.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kedua sukuk yang disebut Sukuk Wakalah itu akan didaftarkan pada Bursa Saham Singapura (Singapore Stock Exchange) dan NASDAQ Dubai pada 1 Maret 2018.
 
Sementara, harganya sudah ditetapkan pada 22 Februari 2018 lalu dengan imbal hasil (yield) sebesar 3,75 persen untuk tenor lima tahun dan 4,4 persen untuk tenor 10 tahun. Adapun setiap seri telah diberi peringkat Baa3 oleh Moody's Investor Service, BBB- oleh S&P Global Rating, dan BBB oleh Fitch Rating.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pemerintah indonesia kembali telah menerbitkan sukuk global bond karena global bond diterbitkan di pasar internasional dengan nilai USD3 miliar," kata Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 26 Februari 2018.
 
Wanita yang hangat disapa Ani ini menjelaskan Sukuk Wakalah dengan tenor lima tahun merupakan penerbitan Green Sukuk pertama kalinya di dunia hang dilakukan oleh negara dan juga merupakan penerbitan pertama yang dilakukan oleh negara di bawah kerangka Green Bond dan Green Sukuk.
 
"Penggunaan sukuk ini adalah untuk kebutuhan pembiayaan. Namun karena sifatnya adalah green bond dan sukuk maka dia dikaitkan dengan proyek yang kita lakukan," ujar dia.
 
Beberapa kementerian lembaga yang akan mendapat pendapatan atas penerbitan sukuk ini adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk pengelolaan drainase di perkotaan, Kementerian Perhubungan untuk proyek pembangunan fasilitas infrastruktur kereta api, Kementerian ESDM untuk pembangunan infrastruktur energi yang ramah lingkungan, dan Kementerian Pertanian untuk saluran irigasi.
 
Sukuk Wakalah ini menarik minat dari berbagai investor, baik di dalam maupun luar negeri. Sukuk bertenor lima tahun berhasil didistribusikan kepada 32 persen investor syariah di Timur Tengah dan Malaysia, 10 persen di Indonesia, 25 persen di Asia (kecuali Indonesia dan Malaysia), 18 persen di Amerika Serikat, dan 15 persen di Eropa.
 
Sementara untuk sukuk dengan tenor 10 tahun didistribusikan 24 persen kepada investor syariah di Timur Tengah dan Malaysia, 10 persen untuk Indonesia, 12 persen untuk Asia (kecuali Indonesia dan Malaysia), 22 persen Amerika Serikat, dan 32 persen untuk Eropa.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif