Akhir Tahun, Defisit APBN Diprediksi 1,83%

Eko Nordiansyah 17 Oktober 2018 16:52 WIB
apbndefisit anggaran
Akhir Tahun, Defisit APBN Diprediksi 1,83%
Menkeu Sri Mulyani. (MI/Permana).
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (kemenkeu) memprediksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini akan lebih rendah dari target. Dalam APBN 2018, defisit terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ditargertkan sebesar 2,19 persen.

"Untuk akhir tahun defisit APBN kita diperkirakan 1,83 sampai 2,04 persen," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu, 17 Oktober 2018.

Optimisme Sri Mulyani karena realisasi defisit sampai dengan akhir September 2018 sebesar 1,35 persen dari PDB. Defisit sebesar Rp200,2 triliun berasal dari belanja negara sebesar Rp1.512,6 triliun atau lebih besar dibandingkan penerimaan negara yang hanya Rp1.312,3 triliun.

"Defisit APBN kita mencapai Rp200 triliun atau turun dari tahun lalu Rp272 triliun. Kita turun Rp72 triliun sendiri dari keseluruhan defisit tahun lalu, sehingga kita lihat defisit realisasi September 1,35 persen dari GDP," jelas dia.

Sementara itu, posisi keseimbangan primer per September 2018 minus Rp2,40 triliun. Meskipun demikian, kondisi ini masih jauh lebih baik dibandingkan dengan keseimbangan primer tahun sebelumnya yang mencapai minus Rp99,24 triliun.

"Hal ini sejalan dengan upaya Pemerintah untuk senantiasa menjaga pengelolaan APBN yang sehat dan berkelanjutan dengan menekan defisit keseimbangan primer menuju ke arah surplus," pungkasnya.

Pembiayaan anggaran sampai akhir September 2018 lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi pembiayaan mencapai Rp292,83 triliun, bersumber dari utang sebesar Rp304,94 triliun, atau mencapai 76,4 persen dari target APBN 2018.

Realisasi pembiayaan utang tersebut terdiri dari penerbitan SBN (neto) sebesar Rp308,76 triliun atau mencapai 74,5 persen dari APBN 2018 dan pinjaman (neto) sebesar minus Rp3,82 triliun atau sekitar 25,0 persen dari rencana Pemerintah di tahun 2018.

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id