Sestama Bappenas-Gellwynn Jusuf (kanan) dan Chief Representative JICA Indonesia Office-Shinichi Yamanaka (kiri) - - Foto: Medcom.id/ Husen Miftahudin
Sestama Bappenas-Gellwynn Jusuf (kanan) dan Chief Representative JICA Indonesia Office-Shinichi Yamanaka (kiri) - - Foto: Medcom.id/ Husen Miftahudin

Bappenas-JICA Mulai Garap Proyek SDG's di 5 Provinsi

Ekonomi bappenas indonesia-jepang sdg
Husen Miftahudin • 04 April 2019 15:10
Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) atau Kementerian PPN menggelar pertemuan dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Pertemuan ini sebagai langkah lanjutan atas penandatanganan catatan diskusi (records of discussion) mengenai proyek kerja sama teknis Strengthening Framework of Implementation of Sustainable Development Goals (SDG's).
 
Sekretaris Utama (Sestama) Bappenas, Gellwynn Daniel Hamzah Jusuf mengatakan, proyek tersebut direncanakan pada April 2019 dan berlangsung selama 1,5 tahun. Bappenas dan JICA akan menunjuk lima provinsi sebagai percontohan pelaksanaan proyek tersebut.
 
"Sebagai proyek percontohan, Bappenas dan JICA telah menyepakati untuk memulai proyek di Provinsi DKI Jakarta dan Banten, serta tiga provinsi lainnya yang akan ditentukan saat proyek berjalan," ujar Gellwynn di kantornya, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 4 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gellwynn menjelaskan, proyek Strengthening Framework of Implementation of SDG's bertujuan untuk memperkuat sistem pelaksanaan pembangunan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah. Dalam hal ini, Kepala Bappenas ditunjuk sebagai Koordinator Tim Pelaksana SDGs di Indonesia.
 
Menurutnya, proyek kerja sama teknis ini mendukung upaya Bappenas dalam menyusun indikator SDG's yang belum selesai didefinisi metadata oleh PBB. Selanjutnya, merumuskan rencana aksi untuk pencapaian indikator, serta memperkuat sistem pemantauan (monitoring) dan evaluasi.
 
"Jadi dalam hal melaksanakan monitoring dan evaluasi, kami di Bappenas sangat berterima kasih kepada pihak Jepang melalui JICA ini yang telah mengirim expert, ahli-ahlinya, dan menyampaikan tahapan bagaimana memonitoring dan evaluasi. Karena program SDG's sekarang ini dimulai tahun 2015 sampe selesai 2030," ungkap dia.
 
Sementara itu, Chief Representative JICA Indonesia Office, Shinichi Yamanaka menyebutkan bahwa pemilihan lima provinsi sebagai daerah percontohan proyek Strengthening Framework of Implementation of SDG's karena memiliki karakteristik yang memungkinkan untuk diimplementasikan secara menyeluruh.
 
"Indonesia bisa dibilang merupakaan salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki minat besar atau semangat yang besar dalam menjalankan SDG's. Inisiatif dari Bappenas sendiri sangat tinggi sehingga kami dari pihak JICA sangat mendukung sekali inisiatif tersebut. Dari pihak Jepang akan berusaha men-share pengalaman dan pengetahuan yang terkait dengan masalah tersebut," pungkas Shinichi.
 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif