Penerimaan Negara Bisa Picu Kenaikan Peringkat Indonesia

Annisa ayu artanti 07 Desember 2018 18:57 WIB
apbn 2018
Penerimaan Negara Bisa Picu Kenaikan Peringkat Indonesia
Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Jakarta: Proyeksi penerimaan negara yang melampaui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai bisa menjadi faktor pendorong kenaikan peringkat Indonesia. Dalam hal ini bagi lembaga pemeringkat S&P.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan penerimaan negara yang melebihi APBN bisa menjadi pertimbangan lembaga pemeringkat untuk menaikkan peringkat Indonesia kedepannya. Penerimaan negara naik artinya fiskal Indonesia sehat.

"Barang kali ini akan menjadi faktor positif untuk naiknya peringkat Indonesia,yang berasal dari S&P misalnya. Kan S&P belum meng-update peringkat kita, masih BBB-," kata Lana kepada Medcom.id, Jumat, 7 Desember 2018.

Baca: Pertama Kalinya, Penerimaan Negara Lampaui Target APBN

Lana menjelaskan penerimaan negara yang diproyeksikan melebihi target APBN ini tidak akan berdampak langsung kepada ekonomi nasional. Perekonomian nasional bisa berubah jika lembaga pemeringkat menaikkan peringkat Indonesia.

"Tapi untuk perekonomian secara keseluruhan enggak ada. Kecuali tadi pemeringkat tadi di-update itu akan memberi dampak," ungkap Lana.

Begitu juga dengan pasar saham dan keuangan, pergerakan dua sektor tersebut masih didominasi oleh faktor-faktor eksternal. Sehingga penerimaan negara ini tidak terlalu berimbas kepada sektor tersebut.

"Kalau (berdampak) langsung sih enggak. Mungkin agak lama setelah ada sinyal S&P menaikkan, baru mereka masuk," ujar Lana.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id