Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

Waduh, Impor Barang Jadi Ancaman Inflasi Global di 2023

Despian Nurhidayat • 05 Januari 2023 14:48
Jakarta: Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nawir Messi mengatakan ancaman inflasi global pada tahun ini berkaitan dengan barang impor yang terganggu akibat dari berbagai ketidakpastian yang ada.
 
"Saya kira ancaman inflasi dari sisi barang impor akan tetap menjadi masalah. Karena kita tidak pernah bisa membayangkan kapan Tiongkok menyelesaikan kebijakan zero covid-19 mereka karena ini mengganggu rantai pasok pasar global," ungkapnya dalam acara Catatan Awal Tahun 2023 dari Ekonom Senior Indef secara virtual, Kamis, 5 Januari 2023.
 
Lebih lanjut, dia menambahkan, meskipun inflasi di Amerika Serikat melandai, namun inflasi inti AS masih enam persen dan jauh dari target yakni dua persen. Hal ini akan menyebabkan The Fed tetap melanjutkan kenaikan suku bunga acuan meskipun tidak seagresif sebelumnya. "Saya perkirakan kenaikan (suku bunga Fed) awal tahun ini sekitar 25-50 bps," kata Nawir.
 
Baca juga: IMF: Perekonomian Global Hadapi Tahun Sulit di 2023

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari dalam negeri, 2023 ini dikatakan Indonesia mulai memasuki masa politik dan akan menambah ketidakpastian serta mengganggu fluktuasi harga.
 
Selain itu, nilai tukar rupiah juga dikatakan akan mengalami tekanan karena terus menguatnya dolar AS. Pada 2022 saja, nilai tukar rupiah meleset dari target pemerintah. Semula ditargetkan Rp14.350 per USD, namun ternyata mencapai Rp15.737 per USD.
 
"Kita lihat gap atau marginnya Rp1.387 per USD dan ini besar bagi dunia usaha, perekonomian, dan APBN. Hal ini bisa jadi akan terjadi juga di 2023 karena ketidakpastian global," pungkasnya.
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id*
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif