Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto : Medcom/Eko.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto : Medcom/Eko.

APBN hingga Maret 2022 Masih Catat Surplus Rp10,3 Triliun

Ekonomi Sri Mulyani Kementerian Keuangan Ekonomi Indonesia APBN 2022
Eko Nordiansyah • 20 April 2022 11:54
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih mengalami surplus sebesar Rp10,3 triliun sampai akhir Maret 2022. Surplus ini lebih baik dibandingkan defisit APBN pada periode yang sama tahun lalu.
 
Sri Mulyani menyebut APBN pada Maret tahun lalu mengalami defisit sebesar Rp143,7 triliun. Artinya surplus APBN yang dialami sampai dengan akhir bulan lalu mengalami pembalikan yang luar biasa sehingga mencatat pertumbuhan sebesar 107,2 persen.
 
"APBN kita sampai Maret masih surplus di Rp10,3 triliun, tahun lalu bulan Maret kita defisitnya Rp143 triliun sekarang positif Rp10,3 triliun. Jadi ini membalik dari negatif dalam ke positif," kata dia dalam video conference, Rabu, 20 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun surplus APBN ini didorong oleh realisasi pendapatan negara yang mencapai Rp501 triliun atau tumbuh 32,1 persen. Ini terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp322,5 triliun, penerimaan bea cukai Rp79,3 triliun, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp99,1 triliun.
 
"Ini menggambarkan cerita positif di penerimaan kita yang tumbuh kuat, tumbuh 32,1 persen tidak hanya karena komoditas windfall tapi juga pemulihan ekonomi yang cukup solid dan merata," ungkapnya.
 
Sementara itu, belanja negara tercatat sebesar Rp490,6 triliun atau mengalami penurunan 6,2 persen. Belanja terdiri dari belanja kementerian/lembaga (K/L) Rp150 triliun, belanja non K/L Rp164,2 triliun, transfer ke daerah Rp165,7 triliun, dan dana desa Rp10,8 triliun.
 
"Belanja negara masih perlu untuk dipacu lagi. Belanja negara total mengalami kontraksi 6,2 persen, bahkan untuk belanja pemerintah pusat kontraksinya 10,3 persen. Belanja KL bahkan kontraksinya lebih dalam lagi. Ini artinya para kementerian/lembaga perlu untuk memacu dari sisi rencana belanja mereka," pungkas dia.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif