Rencana Penghapusan PPnBM Mobil Sedan Dongkrak Penjualan
Ilustrasi mobil mewah. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana menghapus mobil sedan dari daftar pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Rencana tersebut dinilai mendongkrak penjualan sedan di dalam negeri.

Executive General Manager Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto mengatakan penghapusan PPnBM untuk sedan harus dikaji lebih dalam efeknya. Pasalnya, hal ini menentukan langkah yang diambil. Sebagai contoh, efek penghapusan PPnBM secara langsung memberikan efek terhadap biaya.

"Artinya dapat memberikan dampak ke harga akhirnya, tetapi apakah artinya produsen harus menurunkan harga atau justru menambah value dari kendaraan jenis tersebut? Nah hal ini harus dipelajari lebih dalam terutama soal segmennya, baik dari sisi price level maupun kebutuhan dan hal-hal lainnya," kata Fransiscus, dalam keterangan resminya, Kamis, 20 September 2018.

Ia tidak menampik potensi penghapusan kebijakan ini berdampak positif terhadap kinerja ekspor dan memberikan keleluasaan yang lebih besar lagi. Bahkan, dengan biaya yang lebih rendah maka value yang diberikan produsen mobil bisa lebih maksimal untuk negara lain.

"Saat ini kami masih pelajari dan tidak hanya sedan, tetapi juga segmen-segmen lainnya. Karena efek dari satu segmen bisa memengaruhi segmen lainnya, khususnya di level harga yang sama," kata Fransiscus.

Kemenkeu sudah menangani hal ini secara maraton dan detail. Tidak dipungkiri, dampak ke industri mobil terutama sedan akan menjadi napas segar ke penjualan mobil. Penghapusan PPnBM sedan bisa selesai di tahun ini.

"Oleh tim teknis masih dalam pembahasan (untuk penghapusan PPnBM sedan)," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Suahasil Nazara.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan penghapusan PPnBM mobil sedan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 33 Tahun 2017 atau mengeluarkan mobil sedan dari kategori barang mewah.

Penghapusan mobil sedan dari PPnBM berpotensi mendorong produksi mobil sedan dalam negeri sehingga produksinya akan mendongkrak ekspor dan pemenuhan sedan untuk pasar domestik bisa mengurangi impor. Jika tahun ini Kemenkeu menghapus PPnBM, maka industri otomotif akan bergairah.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto optimistis Indonesia bisa ekspor mobil sedan jika Kemenkeu serius menghapus PPnBM tersebut. "Kita akan membuat harga-harga sedan menjadi terjangkau. Volume sedan akan naik, produk tersebut bisa dirakit, dan akhirnya bisa di ekspor. Itu lah rangkaian dari proses," pungkas dia.





(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id