Presiden Dinilai Sistematis Atasi Kesenjangan
Ilustrasi pekerja UMKM. (Foto: Antara/Vitalis).
Jakarta: Presiden Joko Widodo dinilai secara sistematis mengatasi kesenjangan di Indonesia. Hal itu terlihat dari kebijakan Presiden Jokowi yang meluncurkan Pajak Penghasilan (PPh) final 0,5% bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
 
“Presiden sistematis mengatasi kesenjangan, utamanya di antara pelaku dunia usaha,” kata juru bicara Partai Solidaritas Indonesia  bidang ekonomi, industri, dan bisnis, Rizal Calvary Marimbo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 23 Juni 2018.
 
Rizal mengatakan, Jokowi diwarisi struktur perekonomian yang kurang sedap. Struktur yang dibangun puluhan tahun dan membuat kesenjangan antara pelaku UMKM dan pengusaha besar menjadi besar.
 
Warisan ini berusaha diatasi Presiden Jokowi dengan mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengangkat atau menaikkan kelas (scale-up) pelaku UMKM. Di antaranya menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 23 persen menjadi 7 persen.
 
Pemerintah juga mengalokasikan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk mensubsidi bunga KUR. Tahun ini, alokasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bertambah menjadi sebesar Rp120 triliun. Sedangkan pagu anggaran subsidi KUR tahun anggaran 2018 senilai Rp13,66 triliun. Itu terdiri dari subsidi Imbal Jasa Penjaminan (IJP) Rp1,68 triliun dan subsidi bunga Rp11,97 triliun.

Baca: Presiden Luncurkan PPh Final UMKM 0,5 Persen di Surabaya

Rizal mengatakan, dibandingkan dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) , subsidi bunga KUR jauh lebih tepat sasaran dan produktif. “Sebab yang disubsidi usaha produktif kerakyatan, bukan konsumtif,” ucap Rizal.
 
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo meluncurkan Pajak Penghasilan (PPh) final 0,5% di Surabaya, Jawa Timur. Keputusannya, diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018 yang merupakan revisi dari PP 46 Tahun 2013 yang berisikan PPh pelaku UMKM sebesar 1%.
 
Menurut Jokowi, kebijakan ini (memangkas PPh Final) diambil setelah menerima keluhan dari pelaku UMKM yang keberatan PPh final 1%.
 
"Waktu ke kampung dan ke kawasan industri kecil, mereka bilang 1% itu terlalu berat. Saya tanya berapa mampunya? Mereka bilang sekitar 0,25% sampai 0,5% bisa. Berarti 0,5% mereka kuat, pikiran saya," ujar Jokowi.
 



(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id