Ilustrasi diskon pajak kendaraan - - Foto: dok LIfepal
Ilustrasi diskon pajak kendaraan - - Foto: dok LIfepal

Diskon PPnBM 100% untuk Mobil Bakal Berakhir Bulan Ini

Eko Nordiansyah • 18 Agustus 2021 15:27
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberi sinyal tidak akan memperpanjang pemberian insentif 100 persen untuk Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM) kendaraan bermotor. Sebelumnya pembelian mobil 1.500 cc tidak dikenakan PPnBM hingga Agustus 2021.
 
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan meski tak memperpanjang insentif secara penuh, pemerintah masih akan memberi potongan PPnBM sebesar 25 persen bagi pembelian mobil antara September-Desember 2021.

 
"Untuk 1.500 cc itu (insentif PPnBM 100 persen) sampai Agustus 2021, dan sebenarnya masih ada insentif yang lain, yaitu untuk yang lanjutannya September-Desember itu 25 persen," kata dia, dalam konferensi pers virtual, Rabu, 18 Agustus 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara untuk mobil dengan kapasitas 1.500 sampai 2.500 cc dengan segmen 4x2 tetap mendapat insentif potongan PPnBM sebesar 25 persen hingga akhir tahun. Begitu pula kendaraan 1.500 sampai 2.500 cc segmen 4x4 akan mendapat diskon 12,5 persen.
 
Febrio menambahkan, pemberian insentif PPnBM mobil ini diberikan untuk mendorong konsumsi masyarakat. Terlebih pada saat yang sama pemerintah juga memberi insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah untuk pembelian properti.
 
"Ini adalah logikanya untuk mendorong konsumsi karena kita tahu 2020 bahkan 2021 tabungan masyarakat kelas menengah di perbankan tumbuhnya masih double digit. Jadi masih sangat banyak likuiditas yang ada di kantong masyarakat kelas menengah," ungkapnya.
 
Ia menyebut, pemberian insentif ini sebenarnya sudah mampu mendorong kenaikan penjualan kendaraan, terutama pada Juni kemarin. Sementara dengan masih adanya sisa insentif hingga akhir tahun ini, Febrio yakin dampaknya bagi ekonomi masih akan terasa.
 
"Ini kita lihat insentifnya masih kuat, nanti kita lihat bagaimana ini berhasil mendorong konsumsi, dan kita akan pantau terus. Tapi untuk insentif ini tampaknya kita relatif cukup nyaman, ini insentif yang relatif cukup efektif mendorong aktivitas ekonomi kita," pungkas dia.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif