Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat konferensi pers realisasi investasi kuartal III-2019. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat konferensi pers realisasi investasi kuartal III-2019. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Realisasi Investasi Kuartal III-2019 Capai Rp205 Triliun

Ekonomi bkpm realisasi investasi
Ilham Pratama Putra • 31 Oktober 2019 16:08
Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis perkembangan realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) atau investasi periode kuartal III-2019. Investasi yang terjadi pada Juli hingga September 2019 naik 2,6 persen.
 
Sebelumnya, pada triwulan II-2019 nilai investasi tercatat sebesar Rp200,5 triliun. Sedangkan pada triwulan III-2019 nilai investasi di angka Rp205,7 triliun.
 
Bila dibandingkan pada periode kuartal III-2018, realisasinya tercatat sebesar Rp173,8 triliun, maka peningkatan investasi sebesar 18,4 persen secara tahunan atau year on year (YoY).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun jika dilihat secara kumulatif, realisasi investasi Januari hingga September 2019 mencapai Rp601,3 triliun. Angka tersebut meningkat 12,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp535,4 triliun.
 
Menurut Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, realisasi ini sudah mencapai 75,9 persen dari target investasi. Bahlil yakin target pada 2019 sebesar Rp792 triliun akan tercapai.
 
"Kami akan mengusahakan agar target tercapai dalam tiga bulan tersisa ini, sekalipun pertumbuhan ekonomi global belum menggembirakan," kata Bahlil saat konferensi pers, di Gedung BKPM, Jakarta Selatan, Kamis, 31 Oktober 2019.
 
Lebih rinci, Bahlil memaparkan bahwa dari total investasi yang masuk pada kuartal III-2019, sebagian besar berasal dari PMA, dengan nilai Rp105,0 triliun. Sedangkan sisanya sebesar Rp100,7 triliun berasal dari PMDN.
 
Bahlil menyebut realisasi investasi kuartal III-2019 tidak mencakup investasi di sektor perbankan, minyak dan gas (migas), asuransi, serta jasa keuangan. Namun, di sektor pembangunan infrastruktur seperti pembangunan pabrik, kebun, properti, dan industri sudah mulai membuahkan hasil.
 
Selanjutnya, investasi akan didorong kepada bidang-bidang yang mampu memberi nilai tambah, salah satu contohnya adalah hilirisasi. Hal itu dilakukan guna menciptakan surplus dalam investasi.
 
"Apalagi dengan melihat neraca dagang kita yang masih defisit. Ini disebabkan oleh impor kita yang tinggi dan ekspor yang masih non material. Semoga dengan hilirisasi, masalah kita ini bisa terselesaikan," jelas Bahlil.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif