Pidato Presiden Joko Widodo dalam Rapat Paripurna DPR  - - Foto: dok DPR RI
Pidato Presiden Joko Widodo dalam Rapat Paripurna DPR - - Foto: dok DPR RI

Pidato Nota Keuangan 2020

Live: Presiden Tekan Target Pengangguran dan Kemiskinan di 2021

Ekonomi jokowi pengangguran kemiskinan Nota Keuangan Sidang Tahunan MPR RI 2020 Pidato Presiden
Annisa ayu artanti • 14 Agustus 2020 16:22
Jakarta: Presiden Joko Widodo menargetkan tingkat pengangguran dan kemiskinan dapat ditekan pada 2021. Tingkat pengangguran Indonesia ditargetkan berkisar 7,7-9,1 persen. Sementara untuk tingkat kemiskinan di kisaran 9,2-9,7 persen.
 
Target tersebut diyakininya dapat tercapai dengan melakukan berbagai kebijakan belanja yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.
 
"Berbagai kebijakan belanja negara secara keseluruhan diharapkan dapat mendorong tercapainya sasaran pembangunan pada 2021," kata Jokowi dalam Pidato Nota Keuangan, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun dalam APBN 2021 pemerintah telah mengalokasikan sejumlah anggaran-anggaran penting yakni, anggaran kesehatan sebesar Rp169,7 triliun atau setara 6,2 persen APBN dan anggaran pendidikan sebesar Rp549,5 triliun atau setara 20 persen dari APBN.
 
Kemudian, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan teknologi komunikasi dan informasi sebesar Rp30,5 triliun, anggaran untuk pembangunan infrastruktur sebesar Rp414 triliun, anggaran untuk ketahanan pangan sebesar Rp104,2 triliun, anggaran untuk perlindungan sosial sebesar Rp419,3 triliun, dan anggaran untuk pembangunan pariwisata sebesar Rp14,4 triliun.
 
Selain itu, target tingkat pengangguran dan kemiskinan dapat ditekan dengan cara menekan penurunan kelompok kemiskinan ekstrem, tingkat ketimpangan di kisaran 0,377-0,379, serta indeks pembangunan kualitas manusia (IPM) di kisaran 72,78-72,95.

 
"Tingkat pengangguran 7,7-9,1 persen, tingkat kemiskinan di kisaran 9,2-9,7 persen, dengan menekankan pada penurunan kelompok kemiskinan ekstrem, tingkat ketimpangan di kisaran 0,377-0,379, serta indeks pembangunan kualitas manusia (IPM) di kisaran 72,78-72,95," jelasnya.
 
(Des)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif