Bahkan, menurut sumber terpercaya yang tidak mau disebutkan namanya, Jokowi-JK berencana meletakkan tujuh hingga delapan profesional dalam menteri ekonomi. Saat dikonfirmasi perihal itu oleh awak media, pria yang menjadi gubernur BI periode periode 2010-2013 itu membantahnya.
"Berita dari mana itu? Tidak seperti itu," jawabnya singkat sambil meninggalkan rombongan wartawan yang berbincang dengannya sesudah menjadi pembicara dalam bedah tuntas solusi defisit transaksi berjalan, di Epiwalk Kuningan, Jakarta, Kamis (16/10/2014).
Rencana pencalonan ini muncul karena sepak terjang dan pengalaman dirinya yang sudah tidak diragukan lagi. Pria berusia 65 tahun ini sudah bergelut dalam dunia keuangan, perbankan dan moneter selama puluhan tahun.
Jabatan yang diembannya pun bukan jabatan biasa dan kebanyakan menduduki pimpinan tertinggi disebuah perusahaan. Kariernya dimulai dengan menjadi Direktur Utama Lembaga Pengkajian Ekonomi Masyarakat- Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Sebelum menjadi gubernur Indonesia, Pria kelahiran Tapanuli 21 Desember 1948 ini pernah menjabat sebagai Direktur Jendral Lembaga Keuangan, Gubernur OPEC Fund untuk Indonesia, Kepala Bapepam-LK, Direktur Jenderal Pajak, serta Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Kini ia masih aktif terlibat sebagai dewan penasehat Mandiri Institute.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News