Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO: dok Kemenkeu
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO: dok Kemenkeu

Bukannya Dipotong, Anggaran di Kominfo Malah Ditambah Sri Mulyani

Eko Nordiansyah • 11 Juli 2022 10:41
Bali: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan digitalisasi di Indonesia tidak mungkin dilakukan tanpa dukungan infrastruktur. Hal ini membuat anggaran di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) justru mengalami peningkatan tiga tahun terakhir.
 
Ia menceritakan saat kementerian/lembaga lain dipotong anggarannya akibat pandemi covid-19 justru Kominfo menjadi salah satu dari dua kementerian yang tidak dipangkas. Kominfo bersama dengan Kementerian Kesehatan mendapatkan tambahan anggaran sejak 2020.
 
"Kominfo dan Kemenkes tidak dipotong, bahkan ditambah. Karena itu sejak 2020, 2021, 2022 anggaran Pak Jhonny (Menteri Kominfo) naik Rp20 triliun, Rp26 triliun, Rp27 triliun tiga tahun berturut. Jadi tujuannya membangun infrastruktur," kata dia, dalam rangkaian side event G20 di Nusa Dua Bali, Senin, 11 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, Sri Mulyani mengakui saat ini masih banyak daerah tertinggal khususnya di timur Indonesia dalam hal digitalisasi ini. Sekarang ada 84 ribu desa dan kelurahan, 250 ribu sekolah, serta 10 ribu lebih puskemas yang belum seluruhnya terkoneksi kepada layanan digital.
Baca: Rangkaian Pertemuan Jalur Keuangan G20 Dimulai Hari Ini

"Jadi kalau bicara G to P, apalagi sudah ada prakerja untuk bisa menjangkau seluruh masyarakat, kita harus menuju ke sana. Jadi puskesmas, Menkes sekarang mencoba digitalisasi, puskesmas bisa langsung by address, by number. Sekolah sudah by school name, addres, number," ungkapnya.
 
Ia menambahkan pemerintah menggunakan layanan digital seperti PeduliLindungi selama pandemi covid-19. Di samping itu, pemerintah juga mendorong berbagai sektor untuk mulai memanfaatkan digitalisasi guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
 
"Kita selalu mengatakan UMKM 64 juta, tapi yang menggunakan transaksi digital mungkin kurang dari 10 juta, baru delapan juta, karenanya akselerasi digitalisasi itu penting," pungkas dia.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif