Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Pertemuan FMCBG ke-3 G20 Cari Cara untuk Dukung Pemulihan Ekonomi Global

Eko Nordiansyah • 08 Juli 2022 15:56
Jakarta: Momentum pemulihan ekonomi global kembali melemah setelah lebih dari dua tahun dilanda pandemi covid-19. Dengan pandemi belum berakhir sepenuhnya, gabungan guncangan dari kesehatan dan ekonomi tetap mengintai dunia. Hal tersebut akhirnya memicu geopolitik tidak stabil.
 
Berbagai gejolak mulai dari tekanan inflasi yang tinggi, ketidaksetaraan, hingga perubahan iklim menuntut kerja sama global yang lebih besar. Akan tetapi, ada potensi dari ekonomi hijau dan digitalisasi untuk menjadi mesin pemulihan yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif.
 
Presidensi G20 Indonesia memiliki peran strategis sebagai forum utama kerja sama ekonomi global dalam mentransformasikan gagasan menjadi dialog agar menjadi kebijakan yang memberikan dampak. Setidaknya ada empat area yang menjadi fokus pada pertemuan FMCBG dan FCBD ke-3.

1. Ekonomi dan keuangan digital

Percepatan perkembangan digitalisasi membawa perubahan mendasar dalam sistem ekonomi dan keuangan. Meski punya dampak yang besar namun hal ini juga menyebabkan perlunya pembuat kebijakan untuk mencapai keseimbangan yang tepat antara inovasi dan mitigasi risiko.
Baca: IMF Meyakini Resesi Ekonomi Global di 2023

Untuk mencapai tujuan tersebut, Presidensi G20 Indonesia telah mengedepankan agenda transformasi digital, termasuk digitalisasi sistem pembayaran dan inklusi keuangan digital sebagai bagian dari agenda prioritas untuk mendorong momentum pemulihan ekonomi.

2. Normalisasi kebijakan

Pemulihan ekonomi global saat ini sedang berlangsung meskipun dengan kecepatan yang lebih lambat. Saat ini negara maju memiliki tingkat pemulihan lebih cepat, sehingga mereka memulai fase normalisasi kebijakan lebih awal dari negara berkembang.

Untuk itu diperlukan respons kebijakan yang dirumuskan dengan mempertimbangkan keterkaitan antara kebijakan, dan karena itu interaksi antara semua langkah-langkah kebijakan menjadi perhatian khusus untuk mencapai tujuan stabilitas dan pertumbuhan.

3. Ekonomi hijau, inklusi, dan syariah

Mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim memerlukan mobilisasi sumber keuangan. Dalam hal ini, keuangan berkelanjutan menjadi pengungkit utama untuk mengakomodasi proyek hijau dan mendukung transisi ke proyek ekonomi rendah karbon ekonomi.
 
Sementara itu, pandemi covid-19 telah memperlebar ketimpangan, terutama bagi sebagian besar kelompok rentan dan kurang terlayani. Namun demikian, percepatan digitalisasi meningkatkan akses terhadap keuangan serta peluang ekonomi untuk mendukung pemulihan ekonomi.

4. Perpajakan internasional

Partisipasi negara-negara Asia dalam upaya multilateral untuk transparansi pajak tidak merata, dengan sejumlah negara yang bergabung dengan forum global. Namun inisiatif Asia untuk mempromosikan transparansi dan pertukaran informasi dinilai akan berkontribusi pada pemulihan pascapandemi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan