Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA
Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA

Studi: Indonesia Berpeluang Raup Rp47,23 Triliun dari Perdagangan dengan India

Ekonomi ekspor Virus Korona Ekonomi Indonesia indonesia-india
Angga Bratadharma • 14 Oktober 2020 09:08
Jakarta: Laporan Peluang Perdagangan Standard Chartered (Standard Chartered Trade Opportunity Report) mengungkapkan perusahaan-perusahaan Indonesia dapat meningkatkan nilai ekspor ke India sebesar Rp47,23 triliun lebih atau USD3,2 miliar setiap tahun.
 
"Indonesia menikmati hubungan perdagangan yang erat dengan India, dan terdapat peluang yang menarik untuk meningkatkan ekspor sebesar Rp47,23 triliun," kata Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia Andrew Chia, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 14 Oktober 2020.
 
Secara khusus, lanjutnya, fokus Indonesia dalam mengembangkan sektor manufaktur sebagai mesin pertumbuhan ekonomi sejalan dengan kelas menengah India yang sedang berkembang dan meningkatnya permintaan untuk mesin listrik dan peralatan mekanik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Standard Chartered berada pada posisi yang strategis dengan memanfaatkan jaringan global dan keahlian perdagangannya untuk mendukung perusahaan Indonesia dalam mengembangkan bisnis mereka dengan India," klaim Andrew Chia.
 
Studi tersebut juga menemukan bahwa eksportir India dapat meningkatkan perdagangan dengan Indonesia sekitar Rp25,57 triliun atau USD1,8 miliar sehingga peluang perdagangan bilateral menjadi Rp73,80 triliun atau USD5 miliar.
 
Riset ini melacak potensi ekspor tinggi, yang didefinisikan sebagai barang atau jasa yang memiliki nilai tambah bagi perusahaan, di luar negeri. Di saat negara-negara tengah bergerak untuk pulih dari dampak covid-19, studi ini mengunggulkan perdagangan global sebagai pendorong utama kemakmuran dan menyoroti sektor-sektor dengan peluang terbesar untuk tumbuh.
 
India adalah salah satu mitra dagang terbesar dan terpenting Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, ekspor Indonesia ke India pada 2019 tercatat sebesar Rp173,86 triliun, menjadikannya sebagai tujuan ekspor teratas keempat Indonesia.
 
Pada periode yang sama, impor Indonesia dari India tercatat sebesar Rp63,32 triliun dan menjadikan India sebagai sumber impor terbesar ke-9 Indonesia. Kedua negara sepakat untuk meningkatkan nilai perdagangan bilateral pada 2025 hingga mencapai Rp737,97 triliun.
 
"Sektor mesin kelistrikan Indonesia adalah sektor dengan peluang tertinggi sebesar Rp13,33 triliun atau meningkat lebih dari 500 persen dari angka ekspor aktual," tuturnya.
 
Selain perangkat mesin kelistrikan, sektor-sektor lain dari Indonesia yang memiliki peluang signifikan di India adalah permesinan dan peralatan mekanik; filamen buatan;peralatan optik, perangkat medis dan fotografi; serta jasa konstruksi.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif