Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Setkab)
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Setkab)

Porsi Sukuk Syariah untuk Infrastruktur Capai 15%

Ekonomi pertumbuhan ekonomi infrastruktur sukuk ekonomi indonesia
Husen Miftahudin • 21 Desember 2018 14:18
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus meningkat sejak 2015. Pada 2019, persentase pendanaan dari sukuk syariah untuk proyek infrastruktur diperkirakan capai 15 persen.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan porsi pendanaan SBSN untuk proyek infrastruktur pada 2015 mencapai sebanyak 4,3 persen dari total anggaran untuk infrastruktur. Sementara pada 2016 sebesar mencapai enam persen, dan di 2017 sebanyak tujuh persen, dan 2018 sebanyak 11 persen.

"Bukan soal besarannya, tapi tanggung jawab dan kepercayaan. Saya tidak pernah satu kali pun minta tambahan, tapi dikasih terus. Karena buat saya DIPA itu bukan omzet, tapi itu tugas. Jadi tugas yang diberikan melalui DIPA itu yang saya kerjakan," ujar Basuki, di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jalan Dr Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Basuki menilai pendanaan melalui skema SBSN membantu Kementerian PUPR dalam mengawasi proyek infrastruktur yang sedang dikerjakan. Apalagi Kemenkeu juga ikut memantau langsung progres proyek yang dibiayai dari sukuk syariah tersebut. "Saya ikut terbantu untuk memonitor dan melakukan pengawasan mulai sejak pengadaan barang dan jasa," ungkap dia.

Lebih lanjut, Basuki bilang, pemantauan progres infrastruktur yang dilakukan Kemenkeu mampu menjaga kredibilitas proyek tersebut. "Memang ada beberapa proses pelelangan dibatalkan tapi tidak serta merta (menurunkan kredibilitas) proses pengadaan barang dan jasa itu. Misalnya di Tol Pejagan, itu berapa kali batal," pungkas Basuki.


(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi