Ilustrasi (MI/Atet Dwi Permata)
Ilustrasi (MI/Atet Dwi Permata)

Pemerintah Serap Lelang Sukuk Rp8,9 Triliun

Ekonomi surat utang sukuk ekonomi indonesia
06 Maret 2019 09:22
Jakarta: Pemerintah menyerap dana Rp8,9 triliun dari lelang lima seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp23,17 triliun. Adapun jumlah dana diserap memenuhi target indikatif sebesar Rp8 triliun.
 
Mengutip Antara, Rabu, 6 Maret 2019, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebutkan, lelang kali ini hanya menyerap dana dari dua seri yaitu PBS014 sebesar Rp7,8 triliun dan PBS019 sebesar Rp1,1 triliun.
 
Imbal hasil rata-rata tertimbang untuk seri PBS014 mencapai 6,44156 persen dengan imbal hasil terendah yang masuk 7,31250 persen dan tertinggi 7,71875 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN dengan tingkat imbalan 6,5 persen yang jatuh tempo pada 15 Mei 2021 itu mencapai Rp9,86 triliun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Imbal hasil rata-rata tertimbang untuk seri PBS019 mencapai 7,55722 persen dengan imbal hasil terendah yang masuk 7,53125 persen dan tertinggi 7,90625 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN dengan tingkat imbalan 8,25 persen yang jatuh tempo pada 15 September 2023 ini sebesar Rp3,11 triliun.
 
Pemerintah tidak memenangkan lelang untuk seri SPNS06092019, PBS022, dan PBS015 meski penawaran masuk masing-masing mencapai Rp6,86 triliun, Rp1,12 triliun dan Rp2,22 triliun. Adapun lelang ini nantinya dialokasikan untuk pembangunan dan guna mencapai sejumlah target perekonomian.
 
Sebelumnya, pemerintah menjual dan membuka masa penawaran Sukuk Negara Ritel Seri SR-0011 yang mempunyai masa tenor selama tiga tahun dan tingkat imbalan atau kupon 8,05 persen per tahun kepada investor individu.
 
"Masa penawaran sukuk ini akan berlangsung mulai 1-21 Maret 2019," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman.
 
Luky menjelaskan penerbitan SR-0011 ini merupakan upaya pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berinvestasi serta berpartisipasi dalam mendukung pembangunan nasional dan memperluas basis investor di pasar domestik.
 
Selain itu tujuan lain dari penerbitan sukuk ritel ini adalah diversifikasi instrumen pembiayaan APBN, mendukung pengembangan pasar keuangan syariah dan memperkuat pasar modal Indonesia dengan mendorong transformasi masyarakat dari kebiasaan menabung kepada kebiasaan berinvestasi.
 
"Kehadiran sukuk ritel dapat memberikan alternatif investasi bagi masyarakat, mendukung terwujudnya keuangan inklusif serta memenuhi sebagian pembiayaan pembangunan berbagai proyek kegiatan di APBN 2019," pungkas Luky.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif