Kenaikan Tarif PPh Turunkan Impor Barang Mewah
Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Jakarta: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat impor barang mewah menurun. Hal itu terjadi setelah diberlakukannya kenaikan Pajak Penghasilan (PPh) untuk 1.147 barang impor, yang didalamnya terdapat pengaturan impor barang merah.

"Secara umum kita melihat bahwa kebijakan kenaikan tarif PPh pasal 22 telah memberikan dampak positif," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi, di Gedung Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis, 15 November 2018.

Setelah diberlakukannya aturan kenaikan tarif, devisa impor harian rata-rata untuk barang mewah menurun menjadi USD5,46 juta atau turun 49,54 persen. Periode sebelum diberlakukannya aturan itu, devisa impor harian rata-rata mencapai USD10,27 juta.

Tak hanya barang mewah, penurunan juga terjadi untuk impor barang penolong. Jika sebelumnya devisa impor harian rata-ratanya mencapai USD15,99 juta, kini turun 39,22 persen menjadi USD9,65 juta setelah diberlakukannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 110/PMK.010/2018.

Selain itu, Heru menambahkan impor barang konsumsi juga turun setelah tarifnya dinaikan dari 2,5 persen menjadi 10 persen. Data DJBC Kemenkeu menunjukan devisa impor harian rata-rata untuk barang konsumsi menurun 32,29 persen dari USD4,85 juta menjadi USD3,22 juta.

"Devisa impor harian rata-rata secara umum dibandingkan dengan komoditi 1.147 yang tarifnya dinaikkan, maka ini juga terjadi penurunan 3,4 persen. Dengan demikian, kebijakan ini telah tepat sasaran sebagaimana yang diharapkan," pungkasnya.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id