Pelebaran defisit APBN dapat menopang daya beli masyarakat - - Foto: ilustrasi Medcom
Pelebaran defisit APBN dapat menopang daya beli masyarakat - - Foto: ilustrasi Medcom

Pelebaran Defisit 5% Dapat Menopang Daya Beli

Ekonomi defisit anggaran daya beli masyarakat
Annisa ayu artanti • 14 April 2020 11:50
Jakarta: Pelebaran defisit anggaran sebesar lima persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dinilai dapat menopang daya beli dan pembiayaan masyarakat yang paling terdampak virus korona (covid-19).
 
Kepala Makro Ekonomi dan Direktur Strategi Investasi Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat mengatakan Peraturan Presiden Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) perlu diterbitkan meskipun pemerintah harus berhati-hati.
 
"Meskipun Perppu 1 Tahun 2020 sangat diperlukan untuk prioritas mendesak, kita tidak boleh lengah untuk konsisten mendorong reformasi untuk memperkuat fundamental yang melemah sejak berakhirnya era supercycle commodity booming," ungkap Budi dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 14 April 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya pemerintah telah belajar banyak dari pengelolaan krisis keuangan global pada 2008 lalu. Hal ini tercermin dari berbagai insentif dan kelonggaran yang diberikan ke berbagai lini usaha dan masyarakat sejak wabah covid-19 menggerogoti ekonomi dalam negeri.
 
Ia menambahkan pelebaran defisit akan menimbulkan dampak moneter. Namun, hal itu justru menandakan terjadinya penambahan daya beli. Adapun daya beli masyarakat sudah menurun sejak anjloknya harga komoditi pada 2012.
 
"Dampak moneter anggaran stimulus diperkirakan sekitar Rp1.300 triliun, menunjukkan tambahan daya beli yang dikucurkan pemerintah dalam jangka pendek," ucapnya.
 
Akhir Maret 2020 lalu, pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) guna melebarkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
 
Tahun ini, defisit APBN diperkirakan mencapai 5,07 persen dari target 2,2 persen. Relaksasi defisit APBN tersebut hanya untuk tiga tahun yakni mulai 2020 sampai dengan 2022.
 
"Perppu juga kita terbitkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya defisit yang diperkirakan akan mencapai 5,07 persen. Oleh karena itu perlu relaksasi kebijakan defisit APBN di atas tiga persen," kata Presiden Joko Widodo.
 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif